Bola Basket

Pemain asing dan Hangtuah dinilai belum nyaman satu sama lain

Pemain asing dan Hangtuah dinilai belum nyaman satu sama lain

Para pemain Amartha Hangtuah berfoto bersama saat menerima kunjungan dari pesepak bola Bambang Pamungkas di markas latihan Armartha Hangtuah, Jakarta, Minggu (26/1/2020). (ANTARA/HO/Amartha Hangtuah)

Jakarta (ANTARA) - Guard Amartha Hangtuah Abraham Wenas mengatakan bahwa pemain lokal dan asing masih belum mendapatkan kenyamanan satu sama lain sehingga membuat seri pertama IBL mereka berakhir dengan hasil buruk.

“Gak bisa kita pungkiri salah satunya (faktor penampilan yang buruk) adalah pemain asing yang tidak perform,” ujar Abraham dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada IBL 2020, Amartha Hangtuah diperkuat oleh tiga pemain impor yakni Laquavius Cotton, Emilio Parks serta satu pemain yang baru saja tiba di Indonesia. Bagi Cotton, ini merupakan musim perdananya bermain di IBL.

Meski absen pada laga perdana, Abraham dapat melihat bahwa masih belum ada chemistry tercipta di antara pemain asing dengan lokal, apalagi menurutnya porsi latihan bersama juga kurang akibat banjir yang melanda Jakarta awal tahun ini.

Baca juga: Ringkasan IBL, tuan rumah Seri II masih nirkemenangan

“Selain itu, ada persoalan chemistry kita antara pemain lokal dan asing itu kurang, karena beberapa kali latihan kita sempat tertunda. Pertama, mess kita banjir di Kemang, sampai enggak ada latihan dua hari,” katanya.

Hasil positif pada dua turnamen pramusim sebelumnya, kata Abraham telah membuktikan bahwa tim berkomposisi pemain-pemain muda itu juga mampu berprestasi. Hal itu menurutnya menjadi modal yang cukup bagi Hangtuah untuk semakin optimistis menjalani IBL 2020.

Namun setelah menjalani seri pertama, Abraham menilai bahwa kenyamanan bermain di turnamen pramusim itu hilang kala mereka bermain bersama tiga pemain impor.

“Untuk pemain lokal Hangtuah, bukannya kita jelek ya. Kita sudah buktikan bisa jadi runner-up di Piala Raja dan Piala Presiden bola basket. Tapi dengan adanya pemain asing kemarin, pemain lokal jadi kurang confident,” ungkap pria berusia 23 tahun itu.

Baca juga: Hasil positif pramusim membuat Hangtuah optimistis musim ini

Hangtuah mencapai babak final dan berakhir menjadi runner-up Piala Presiden Bola Basket usai dikalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta pada November 2019.

Lalu, pada turnamen Piala Raja di Yogyakarta, Oktober 2019, Hangtuah maju ke final menantang tim nasional Indonesia.

Sementara itu, mereka justru harus mengawali seri pertama IBL 2020 dengan hasil buruk. Hangtuah hanya mampu memetik satu kali kemenangan dari lima laga yang dimainkan. Hasil tersebut mengantarkan mereka terpuruk di dasar klasemen sementara.

Adapun Seri 2 IBL 2020 akan berlangsung di Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta, 31 Januari hingga 2 Februari.

Baca juga: Barisan penembak Hangtuah tuai pujian pelatih Satria Muda
Baca juga: Capai dua final dalam dua bulan bukti Hangtuah naik kelas

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar