Pemkab Puncak jajaki kerja sama PLN operasikan PLTMH Ilaga

Pemkab Puncak jajaki kerja sama PLN operasikan PLTMH Ilaga

Bupati Puncak, Willem Wandik bersama Ketua Sementara DPRD Puncak Lukius Nawigalen (ANTARA/Evarianus Supar)

Saat ini untuk sementara waktu masih ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Puncak
Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua menjajaki kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ilaga berkapasitas 700 KW yang beberapa waktu lalu diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

"Nanti arahnya ke sana, kami akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk mengoperasikan PLTMH Ilaga. Saat ini untuk sementara waktu masih ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Puncak," kata Willem di Timika, Senin.

Baca juga: Menteri ESDM resmikan PLTMH di Ilaga

Willem mengaku bersyukur dengan telah beroperasinya PLTMH Ilaga tersebut. Sebab saat ini masyarakat di Kota Ilaga dan sekitarnya sudah bisa menikmati penerangan listrik sepanjang hari dan malam (1x24 jam).

Tahun-tahun sebelumnya, kata Willem, Pemkab Puncak menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk penyediaan sarana penerangan listrik di Ilaga lantaran masih mengandalkan PLTD yang mengonsumsi bahan bakar solar dan pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell.

Sementara untuk mengangkut BBM dari Timika ke Ilaga, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mencarter pesawat terbang.

"Selama ini kami menyiapkan anggaran melalui APBD untuk mendukung pengoperasian sarana penerangan di Ilaga. Tahun 2013 kami anggarkan Rp15 miliar, kemudian tahun-tahun berikutnya turun sampai sekitar Rp12 miliar. Sekarang kami hanya siapkan Rp2 miliar untuk kepentingan perawatan PLTMH dan pembangunan jaringan listrik ke kantor-kantor pemerintah dan rumah-rumah masyarakat," jelas Willem.

Fasilitas PLTMH Ilaga yang berlokasi di samping Sungai Jila, Ilaga itu diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 20 Desember 2019.

Fasilitas tersebut dibangun sejak 2016 bekerja sama dengan Kementerian ESDM sebagai bagian dari program 'Indonesia Terang', dimana pengerjaannya ditangani oleh PT Wijaya Karya.

Turbin untuk menggerakan PLTMH Ilaga diketahui didatangkan langsung dari India, serta pengoperasiannya dilakukan secara digital terkomputerisasi.

Pembangunan PLTMH Ilaga menghabiskan biaya sekitar Rp100 miliar dari dana APBN melalui Kementerian ESDM. PLTMH tersebut berkapasitas 700 KW dan kini telah melistriki 600 kepala keluarga pada dua distrik, yakni Ilaga dan Gome.

Kementerian ESDM juga telah membangun 300 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Sejak 2016 sampai 2019 telah dibangun 725 unit di Kabupaten Puncak.

Baca juga: Faktor transportasi, satu sak semen Ilaga seharga Rp2 juta

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar