Penanganan pasien "suspect" corona disiapkan di Kotawaringin Timur

Penanganan pasien "suspect" corona disiapkan di Kotawaringin Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Kalteng dr Faisal Novendra Cahyanto dan Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Denny Muda Perdana saat rapat koordinasi membahas merebaknya virus corona, Senin (27/1/2020). (FOTO ANTARA/Norjani)

Merebaknya virus corona disikapi serius di Kotawaringin Timur karena di daerah ini terdapat kapal yang mempunyai akses langsung dengan China yaitu kapal pengangkut hasil tambang
Sampit, Kalteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah bekerja sama dengan instansi terkait lainnya mempersiapkan penanganan pasien "suspect" virus corona sebagai antisipasi jika virus yang merebak di China itu sampai masuk ke daerah ini.

"Rapat hari ini untuk meningkatkan koordinasi. Intinya kita semua melakukan persiapan sesuai dengan bidang tugas masing-masing sehingga jika kemungkinan terburuk ada ditemukan virus corona, kita sudah siap menanganinya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Senin.

"Namun, sampai saat ini tidak ditemukan. Mudah-mudahan tidak sampai ada," tambahnya.

Faisal memimpin rapat koordinasi membahas antisipasi dan penanganan virus corona. Turut hadir Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Denny Muda Perdana dan Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr Yudha Herlambang serta perwakilan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit.

Merebaknya virus corona disikapi serius di Kotawaringin Timur karena di daerah ini terdapat kapal yang mempunyai akses langsung dengan China yaitu kapal pengangkut hasil tambang.

Data Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas III Sampit menyebutkan sepanjang 2019 lalu terdata ada sebanyak 23 kapal dari China yang masuk ke Kotawaringin Timur dengan jumlah 483 anak buah kapal.

Sedangkan pada 2020 ini sudah ada 4 kapal dari China dengan 63 anak buah kapal. Saat ini juga sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ABK kapal dari China di kawasan muara Sungai Mentaya.

"Kita harus waspada tapi jangan juga sampai panik berlebihan. Masyarakat juga harus menjalankan pola hidup sehat agar stamina tubuh selalu terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit," kata Faisal Novendra Cahyanto.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit Denny Muda Perdana mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi jika ditemukan pasien suspect atau diduga terjangkit virus corona. Penanganan akan dilakukan sesuai prosedur kesehatan.

RSUD dr Murjani Sampit menyiapkan ruang isolasi yang akan digunakan jika ada pasien suspect virus corona. Hal serupa juga mereka lakukan saat merebak penyakit virus flu burung beberapa tahun lalu.

Untuk mematangkan kesiapan, RSUD dr Murjani Sampit menggelar simulasi dengan tujuan agar tim medis yang terlibat sudah siap mengambil tindakan sesuai aturan jika ditemukan ada pasien "suspect" virus corona.

"Pasien akan kami tangani di ruang isolasi khusus. Tergantung tingkat penyakitnya. Kalau bisa ditangani di sini (Sampit) maka kami tangani sendiri, tapi kalau memang harus ditangani lebih intensif maka akan kami rujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya," katanya.

Diharapkan virus corona tidak sampai masuk dan berjangkit di Kotawaringin Timur. Namun langkah antisipasi tetap harus dilakukan agar jika hal buruk itu terjadi maka penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan benar, demikian Denny Muda Perdana.

Baca juga: Pekerja bongkar muat Pelabuhan Sampit diminta waspadai virus corona

Baca juga: Menhub minta sektor transportasi intensif antisipasi Virus Corona

Baca juga: IDI imbau dokter pelajari informasi WHO terkait virus corona

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AUMR, Robot yang akan jadi lawan tangguh COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar