SMF siap dorong dana PKBL untuk penataan kawasan kumuh di Bandung

SMF siap dorong dana PKBL untuk penataan kawasan kumuh di Bandung

Kepala Biro Antara Jawa Barat, Zaenal Abidin menerima cinderamata dari Direktur PT SMF, Trisnadi Yulrisman di Kantor Antara Biro Jawa Barat, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (27/1/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Kami melihat di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung masih ada daerah kumuh
Bandung (ANTARA) - BUMN di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero siap mendorong dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) miliknya untuk penataan kawasan kumuh di wilayah Jawa Barat termasuk Bandung.

"Selama ini PKBL dari SMF masih di lokasi Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tahun ini siap kita dorong ke Jawa Barat termasuk Bandung," kata Direktur PT SMF, Trisnadi Yulrisman saat kunjungan ke Perum LKBN Antara Biro Jabar di Bandung, Senin.

Ia mengatakan program penataan kawasan kumuh tersebut sejalan misi pemerintah yang telah mencanangkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: Kemenpar-PT SMF sepakat bangun homestay di 10 destinasi pariwisata

"Untuk program tersebut kami bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Kami melihat di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung masih ada daerah kumuh," kata Trisnadi saat berkunjung ke Kantor ANTARA Biro Jawa Barat didampingi pengurus PRSSNI Jabar.

Dijelaskannya, selain menyasar ke lingkungan sekitar kawasan kumuh, program itu juga bisa merenovasi rumah. Karena menurut Trisnadi, berdasarkan standar Kementerian PUPR, penilaian kawasan kumuh bukan hanya dilihat dari bangunan rumah.

"Jadi ada tujuh plus satu indikator kawasan kumuh, mulai dari bangunan rumah, sanitasi air, drainase, lingkungan, dan yang lainnya," kata dia.

Untuk itu, menurutnya pihaknya masih menunggu langkah Ditjen Cipta Karya untuk melakukan pendataan kawasan kumuh di daerah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Kemudian, kata dia, SMF akan mengimplementasikan programnya berdasarkan data kawasan kumuh dari Kementerian PUPR.

"Sepertinya sih tidak akan lama, mungkin paling lambat tahun 2020 ini sudah mulai. Kita menunggu pendataan saja dari Ditjen Cipta Karya untuk kemudian kita implementasikan melalui program kita," katanya.

Sejauh ini, kata dia, pihak SMF sudah melakukan penataan terhadap empat kawasan kumuh di beberapa wilayah Tanah Air. Wilayah tersebut yakni Kelurahan Purwokinanti (Jogjakarta), Kelurahan Rejomulyo dan Kelurahan Mlati Baru (Semarang), Kelurahan Siantan Hulu (Pontianak), kemudian Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah dan Kelurahan Pakan Kurai (Bukit Tinggi).

Baca juga: PT SMF: Pencairan dana pembiayaan pondok wisata tidak mudah dilakukan

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPPW Sultra kebut penuntasan kawasan kumuh di Kendari dan Kolaka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar