Berdayakan nelayan, KKP gandeng BUMN perbankan dan asuransi

Berdayakan nelayan, KKP gandeng BUMN perbankan dan asuransi

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (duduk, dua dari kiri) dan Dirjen Perikanan Tangkap M Zulficar Mochtar (paling kiri). ANTARA/M Razi Rahman

Saya sangat mengapresiasi dukungan positif ini untuk kemakmuran nelayan di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng BUMN perbankan dan asuransi dalam rangka mendukung program pemberdayaan nelayan yang dilaksanakan di berbagai daerah.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa kita perlu menggandeng berbagai pihak. Saya sangat mengapresiasi dukungan positif ini untuk kemakmuran nelayan di Indonesia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Edhy Prabowo, kolaborasi tersebut sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo yang diamanahkan selain membangun komunikasi dengan nelayan juga memberikan perlindungan dan pemberdayaan nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya di tanah air.

Baca juga: Pengamat nilai pengurusan dokumen perizinan masalah umum nelayan

Sejumlah mitra yang digandeng antara lain adalah Bank BRI, Bank Mandiri dan PT Jasindo untuk mendukung program-program pemberdayaan nelayan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M Zulficar bersama para direktur masing-masing mitra dan disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam acara pembukaan Rapat Kerja Teknis Ditjen Perikanan Tangkap di Palembang, Senin (27/1).

Kerja sama KKP dengan BRI meliputi sinergi koordinasi pelaksanaan kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan bagi nelayan, pemberian dukungan kegiatan diversifikasi usaha nelayan dan kewirausahaan bagi nelayan, keluarga nelayan dan kelembagaan nelayan serta pengembangan kampung nelayan maju serta penyediaan infrastruktur layanan perbankan di sentra-sentra perikanan tangkap.

Baca juga: KKP percepat proses perizinan dorong nelayan lebih banyak melaut

Sementara dengan Bank Mandiri, ruang lingkupnya meliputi pemberian dukungan kegiatan diversifikasi usaha, kewirausahaan serta pendampingan teknis dan sosialisasi bersama kepada nelayan, keluarga nelayan, dan kelembagaan nelayan, percepatan dan peningkatan realisasi kredit di subsektor perikanan tangkap, pelaksanaan CSR serta pemberian layanan produk dan jasa perbankan.

Adapun dengan PT Jasindo, KKP sinergi melalui program perlindungan nelayan melalui asuransi nelayan mandiri, dukungan kegiatan diversifikasi usaha dan kewirausahaan bagi nelayan, keluarga nelayan dan kelembagaan nelayan, pengembangan kampung nelayan serta pendampingan teknis dan sosialisasi bersama kepada nelayan, keluarga nelayan dan kelembagaan nelayan.

Baca juga: Pemerintah perlu dorong aktivitas nelayan nasional di Natuna

Menteri Edhy menyebutkan kerja sama dengan para mitra ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan subsektor perikanan tangkap. Tujuan utamanya adalah sebesar-besarnya untuk kesejahteraan nelayan.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap M Zulficar menegaskan, pihaknya akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk tujuan optimalisasi perikanan tangkap, sesuai arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: KKP: Permasalahan serius yang dihadapi nelayan kurangnya infrastruktur

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ICW paparkan kejanggalan kebijakan ekspor benih lobster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar