Guatemala tawarkan El Salvador kesempatan bangun pelabuhan

Guatemala tawarkan El Salvador kesempatan bangun pelabuhan

Presiden Guatemala Alejandro Giammattei (kiri) dan Presiden El Salvador Nayib Bukele berjabat tangan setelah menandatangani pra-perjanjian untuk memiliki perbatasan terbuka antara kedua negara di San Salvador, El Salvador (27/1/2020). ANTARA/REUTERS/Jose Cabezas/aa.

Kami telah menawarkan kepada El Salvador sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah integrasi Amerika Tengah, dan hari ini saya ingin mengumumkan secara terbuka karena kami akan mengeksplorasi, secepat mungkin, kemungkinan bahwa El Sa
San Salvador (ANTARA) - Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei pada Senin menawarkan kepada rekannya Presiden El Salvador, Nayib Bukele, kesempatan untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan di perairan Guatemala di Samudera Atlantik untuk mempromosikan perdagangan.

Giammattei, yang menjabat sebagai presiden pada Januari, mengatakan pemerintah Guatemala akan berupaya mengembangkan suatu kerangka hukum agar El Salvador dapat mengembangkan proyek di pantai Guatemala melalui kemitraan publik-swasta.

"Kami telah menawarkan kepada El Salvador sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah integrasi Amerika Tengah, dan hari ini saya ingin mengumumkan secara terbuka karena kami akan mengeksplorasi, secepat mungkin, kemungkinan bahwa El Salvador membangun pelabuhan di Atlantik, di wilayah Guatemala," kata Giammattei dalam konferensi pers di istana kepresidenan El Salvador.

El Salvador adalah negara terkecil di tanah genting yang memiliki pantai di Pasifik tetapi tidak memiliki akses ke samudera Atlantik.

Tanah genting (atau isthmus dalam bahasa Inggris) adalah sebuah daratan kecil yang menghubungkan dua daratan dan dibatasi oleh dua perairan.

Presiden Guatemala dan El Salvador bertemu pada Senin di ibu kota San Salvador untuk mengumumkan bahwa rute penerbangan antara kedua negara akan digolongkan sebagai penerbangan lokal untuk mengurangi biaya dan mendorong pariwisata.

Selain itu, kedua presiden mengatakan bahwa mereka berupaya untuk mewujudkan pergerakan bebas lintas batas bagi masyarakat, menyelaraskan bea cukai dan mengoordinasikan rencana keamanan untuk memerangi penjahat dan kelompok kriminal yang beroperasi di kawasan.

Selain meningkatkan arus masuk barang, Presiden Bukele mengatakan pemerintah El Salvador berkeinginan untuk berinvestasi dalam pembangunan hotel dan pusat logistik di wilayah Guatemala kawasan Atlantik, namun dia tidak memaparkan secara detail rencana tersebut.

"Ini sesuatu yang bersejarah. Seingat saya sejauh ini belum pernah ada hal apa pun sehebat ini menyangkut persatuan Amerika Tengah," kata Bukele.

Baca juga: Presiden Guatemala nyatakan 1,5 juta tanaman kokain dimusnahkan
Baca juga: Guatemala nyatakan keadaan darurat karena geng narkoba

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tutup 26 tahun, Guatemala kembali buka kedutaan besarnya di Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar