Satu mahasiswa Aceh di China tiba di Tanah Rencong, kondisinya sehat

Satu mahasiswa Aceh di China tiba di Tanah Rencong, kondisinya sehat

Muhammad Sahuddin (tengah) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (28/1/2020). (Foto : ANTARA/Khalis).

Hari ini data informasi saya akses di Bandara (Kuala Lumpur, Malaysia) sudah masuk sekitar 70-an orang (terinveksi virus corona) di wilayah saya (Nanjing),
Banda Aceh (ANTARA) - Seorang mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di China, Muhammad Sahuddin telah tiba di Tanah Rencong, pada pukul 10.45 WIB di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar dalam kondisi sehat.

Kedatangan Sahuddin dijemput langsung tim dari Posko Dinas Sosial Aceh, bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, serta para petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Sahuddin mengatakan dirinya bersyukur bisa kembali ke Tanah Rencong dalam kondisi sehat dan selamat. Namun disamping itu, dirinya juga bersedih hati meninggalkan Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, sebab masih ada 12 orang temannya yang berada di Kota Wuhan dan belum bisa kembali ke Aceh.

"Ketika meninggalkan Nanjing sedih, karena kawan-kawan seperjuangan itu masih ada di Wuhan, mereka tidak boleh keluar, itu yang sedih," katanya saat tiba di Bandara SIM, di Aceh Besar, Selasa.

Menurut dia, dirinya berstatus mahasiswa program doktor di Fakultas Pendidikan Nanjing Normal University. Pria asal Pidie ini telah berdomisi di Aceh Barat Daya selama tujuh tahun dan bekerja sebagai guru di kabupaten setempat.

Baca juga: Bupati Konawe Utara minta 10 mahasiswa Indonesia di China dipulangkan

"Hari ini data informasi saya akses di Bandara (Kuala Lumpur, Malaysia) sudah masuk sekitar 70-an orang (terinveksi virus corona) di wilayah saya (Nanjing)," katanya.

Sementara itu, Hanif menyebutkan pihaknya telah memeriksa kondisi kesehatan Sahuddin. Petugas menyatakan bahwa Sahuddin dinyatakan kembali dalam kondisi sehat, tidak terinveksi virus corona.

Meskipun demikian, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi intensif untuk Sahuddin selama 28 hari ke depan, mengingat Sahuddin kembali dari negara yang terjangkit virus corona.

Baca juga: Muhammadiyah dorong pemulangan mahasiswa Indonesia di China

"Kita hari ini sudah jemput salah satu warga kita dari China, Sahuddin bekerja di Aceh Barat Daya sebagai guru. Alhamdulillah kita sudah periksa kesehatan beliau, kondisi beliau sehat untuk sementara tidak ada tanda-tanda terjangkit corona virus," jelasnya.

Dalam prosedur penanganan, kata dia bahwa apabila seseorang diperiksa tidak terdapat tanda-tanda sakit virus corona, maka hanya masuk dalam daftar orang yang diawasi, artinya bukan yang dirawat.

"Kalau ada tanda-tanda kurang sehat, demam, itu segera dilaporkan ke kota supaya dirawat dengan fasilitas kesehatan. Kita harapkan ini tidak terjadi," tambahnya.

Baca juga: 21 mahasiswa Surabaya di Wuhan tak terinfeksi virus corona

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Syukuri kepulangan dari Natuna ke Sultra, keluarga gelar Haroa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar