DANA capai 35 juta pengguna aktif dan 87 ribu mitra UMKM di 2019

DANA capai 35 juta pengguna aktif dan 87 ribu mitra UMKM di 2019

CEO dan Co-founder DANA Vincent Iswara saat memaparkan overview 2019 DANA di Jakarta, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Layanan pembayaran digital DANA mengumumkan bahwa platform tersebut berhasil mencapai 35 juta pengguna aktif dan menggaet lebih dari 87 ribu mitra UMKM bergabung di layanan tersebut.

"2019 adalah tahun yang bagus buat DANA untuk membangun ekonomi digital. Pengguna aktif hingga akhir Desember 2019 mencapai 35 juta, dan 87.500 mitra UMKM juga telah bergabung di kurun waktu kurang dari 6 bulan sejak launching pada Juni," kata CEO DANA Vincent Iswara di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, DANA juga mengklaim bahwa terdapat tiga juta transaksi setiap harinya melalui aplikasi pembayaran digital yang belum genap berusia dua tahun itu.

Di tahun 2020, Vincent mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi dan variasi fitur yang dapat memudahkan kehidupan penggunanya, didasari dengan konsep Trusted (terpercaya), Friendly (ramah pengguna), dan Accessible (mudah diakses oleh banyak kalangan).

"Kami ingin DANA menjadi dompet digital yang Trusted, Friendly, serta Accessible untuk mendukung berbagai transaksi digital, baik secara online maupun offline," kata Vincent.

Hal tersebut sejalan dengan visi DANA sebagai jembatan bagi masyarakat Indonesia menuju ke era keuangan digital yang semakin inklusif dengan membangun budaya nontunai dan mendukung peningkatan ekonomi digital di Indonesia.

Adapun sejumlah fitur yang baru diluncurkan DANA pada 2019, yaitu kolaborasi dengan Apple, Samsung Pay hingga lokapasar, mendukung QRIS, Card Binding, P2P Transfer, dan Biller Reminder yang menjadi favorit para penggunanya.

Vincent yakin bahwa dengan luasnya layanan yang DANA tawarkan untuk keuangan dan pembayaran ini aman karena didukung oleh tim dan AI manajemen risiko yang cerdas.

"Terdapat risk management, ada AI yang akan mempelajari transaction behaviour pengguna. Jadi dia akan belajar dan melihat kenormalan transaksi itu," kata dia.

"Selain itu, pin dan OTP akan ditanyakan jika ada transaksi yang tak normal. Sistemnya udah proven kalau itu safe, dan harapnnya bisa memperkecil risiko itu (di DANA)," kata Vincent melanjutkan.


​​​​​​Baca juga: DANA resmi jadi pembayaran di App Store

Baca juga: Dua tahun merugi, Presdir OVO optimistis bisa profit dan berkelanjutan

Baca juga: Memulai bisnis fesyen lewat "marketplace", ini tipsnya

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tilap 260 juta dana desa, bendahara Kebintik diciduk polisi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar