Musi Banyuasin dapat alokasi dana BNPB bangun kanal

Musi Banyuasin dapat alokasi dana BNPB bangun kanal

Ilustrasi - Alat berat dioperasikan dalam membuat kanal "blocking" di kawasan Jembatan Nusa Tiga di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (30/9). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/aww/15.)

Jangan menunggu musim kemarau baru mau siap-siap, itu sudah terlambat. Mulailah dari sekarang, seperti membangun kanal
Palembang (ANTARA) - Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mendapatkan alokasi Dana Siap Pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk pembangunan kanal di sejumlah lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Indita Purnama di Sekayu, Rabu, mengatakan pembangunan kanal direncanakan di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lincir.

"Dari hasil survei, koordinat berada di Sungai Perjudian, Sungai Muara Merang, Sungai Medak dengan kedalaman sungai yang akan menjadi titik nol pelaksanaan sodetan/kanal," kata dia.

Ia mengatakan alternatif titik nol itu berada di antara Sungai Perjudian dan Sungai Merang, yang mana kanal atau sodetan tersebut akan mengkaver Dusun 7, Dusun 5, dan Pal 6-10.

“Kawasan di Kecamatan Bayung Lencir yang sejauh ini menjadi perhatian kami karena ini berdasarkan pengalaman tahun lalu,” kata dia.

Baca juga: Kanal masyarakat mengering jadi kendala padamkan kebakaran hutan

Sebelumnya karhutla hebat terjadi di Desa Muara Medak yang setidaknya menghanguskan lahan dan hutan lebih dari 3.000 hektare.

Kejadian itu membuat warga setempat terpaksa mengungsi.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan harus mengedepankan pencegahan mengingat sebagian besar kawasan merupakan lahan gambut.

“Lahan gambut ini jika sudah terbakar, sangat sulit dipadamkan. Oleh karena itu, sedapat mungkin mencegah jangan sampai terjadi, salah satunya dengan memperbanyak kanal,” kata dia.

Selain itu, instansi terkait harus mengedepankan mitigasi agar karhutla dapat diatasi dengan cepat sehingga tidak meluas.

Untuk itu, menurut Dodi, kesiapan sarana dan prasarana harus menjadi prioritas utama.

“Jangan menunggu musim kemarau baru mau siap-siap, itu sudah terlambat. Mulailah dari sekarang, seperti membangun kanal,” kata dia.

Baca juga: BRG: Sekat kanal berbasis karet alam efektif jaga gambut tetap basah
Baca juga: Menteri: kanal solusi penyediaan air lahan gambut
Baca juga: TNI-Polri dikerahkan untuk sekat kanal Karhutla

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Semarang bongkar paksa 95 bangunan di KBT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar