KKP Bitung tingkatkan pengawasan kapal dari China

KKP Bitung tingkatkan pengawasan kapal dari China

Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. ANTARA/ Dok

Manado (ANTARA) - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung meningkatkan pengawasan kapal yang datang langsung dari China dengan pemeriksaan ketat di zona pemeriksaan di laut, guna mengantisipasi masuknya virus corona di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
.
Kepala KKP Bitung, Pingkan M Pijoh di Bitung, Rabu mengatakan terkait pemeriksaan dokumen, KKP Bitung juga melakukan pemeriksaan terhadap semua kapal, termasuk kapal yang tidak hanya tiba dari China.

Jadi, katanya, dapat dilihat dari riwayat perjalanan kapal atau voyage memo, apakah kapal tersebut pernah mampir di China, karena mengingat masa inkubasi penyakit antara 2-14 hari.

Dia menjelaskan Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia sudah dilengkapi dengan thermal scanner, sebagai screening awal pengawasan penumpang atau pelaku perjalanan yang berasal dari daerah terjangkit.
Baca juga: Pelabuhan Bitung jadi hub perdagangan antarnegara
Baca juga: Presiden Jokowi: Perbaikan pelabuhan Bitung untuk dorong ekspor-impor


Masyarakat Indonesia khususnya Kota Bitung yang berada di Wuhan untuk menghindari wilayah yang menjadi penyebaran penyakit akibat Novel Coronavirus (nCoV), serta menghindari kontak yang diduga menderita nCoV, berperilaku hidup bersih dan sehat, dan jika sakit segera melakukan pengobatan.

Ia menjelaskan kasus yang perlu dicurigai terinveksi nCoV adalah, penderita Infeksi saluran pernapasan akut berat (Severe Acute Respiratory Infection/SARI), dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala.

Seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak biasa, kemudian terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.

Penderita Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit, telah terpajan dengan, kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV; mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV; mengunjungi atau bekerja di pasar hewan di Wuhan,Cina; memiliki riwayat kontak dengan hewan (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di negara terjangkit nCoV pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan (zoonosis).
Baca juga: Pekerja bongkar muat Pelabuhan Sampit diminta waspadai virus corona
Baca juga: Sampit rawan virus corona karena ada kapal masuk dari China

 

Pewarta: Jerusalem Mendalora
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar