Pemerintah matangkan persiapan untuk evakuasi WNI dari Hubei

Pemerintah matangkan persiapan untuk evakuasi WNI dari Hubei

Pelaksana tugas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah (kiri) dan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha (kanan) dalam konferensi pers tentang rencana pemulangan WNI dari China di Jakarta, Rabu (29/1/2020). ANTARA/HO-Kemlu RI/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus mematangkan persiapan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia dari Provinsi Hubei, China, pascamewabahnya virus corona tipe baru di negara itu sejak Desember lalu.

Persiapan dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait, agar evakuasi bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, sembari menunggu izin dari otoritas China.

“Proses evakuasi menyangkut sebaran WNI yang cukup banyak dan tidak terfokus hanya di satu kota di Provinsi Hubei, jadi kita mencoba mempersiapkan proses yang akan mendukung evakuasi nanti,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Persiapan evakuasi juga berkaitan dengan proses karantina lanjutan di negara tujuan, mengingat Kota Wuhan di Provinsi Hubei telah berstatus karantina selama sepekan terakhir untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

Berdasarkan data Kemlu per Selasa (28/1) pagi, terdapat 100 WNI di Wuhan yang terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain. Sementara di Provinsi Hubei secara keseluruhan terdapat 243 WNI.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa evakuasi WNI dari wilayah karantina tidak bisa serta merta dilakukan karena perlu aba-aba dari pemerintah China.

Sementara itu, TNI Angkatan Udara telah menyiagakan tiga pesawat, yakni dua unit Boeing 737 dan satu unit C130 Hercules, untuk membantu evakuasi WNI dari China.

Selain tiga unit pesawat, TNI AU juga menyiapkan personel dari batalion kesehatan.

Proses evakuasi akan menunggu instruksi dari Kemenkopolhukam dan Kemlu karena sejauh ini pemerintah China melarang transportasi udara dari dan ke luar wilayah Wuhan.

Wabah virus corona tipe baru yang telah menewaskan sedikitnya 132 korban jiwa dengan hampir 6.000 kasus per Selasa (28/1) malam, memaksa sejumlah negara mengevakuasi warganya dari China.

Jepang telah memulangkan 206 warga negaranya dari Wuhan, pusat wabah virus corona, ke Tokyo.

Sedangkan Amerika Serikat sudah mengevakuasi 220 warganya dari Wuhan menggunakan pesawat carter. Tiba di Bandara Anchorage pada Selasa malam, ratusan warga AS itu akan menjalani pemeriksaan di Alaska sebelum proses karantina lanjutan.

Prancis, Korea Selatan, Maroko, Jerman, Kazakhstan, Inggris, Kanada, Rusia, Belanda, Myanmar, dan Australia juga berencana mengevakuasi warga mereka dari Wuhan.

Baca juga: Australia bantu warganya evakuasi dari China dan dikarantina
Baca juga: India bersiap mengevakuasi warga dari China karena virus corona
Baca juga: Jepang peringatkan risiko terhadap ekonomi dari wabah virus China
Baca juga: BNPB kirim 10.000 masker N95 untuk WNI di China


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah putuskan evakuasi WNI ABK Diamond Princess gunakan pesawat terbang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar