Bagan nelayan Tiku Agam terdampar di Pariaman

Bagan nelayan Tiku Agam terdampar di Pariaman

Pemilik bagan nelayan asal Tiku Kabupaten Agam, Sumatera Barat KM. Srijaya 07 yang terdampar di pantai Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara bersama anak buah kapal berusaha menyelamatkan bagian kapal yang bisa diselamatkan. ANTARA/ Aadiaat M. S

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Bagan nelayan asal Tiku Kabupaten Agam, Sumatera Barat KM. Srijaya 07 terdampar di pantai Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Rabu pagi dengan kondisi rusak parah.

"Ada 14 anak buah kapal serta satu kapten di dalam bagan tersebut dan semuanya selamat," kata Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan melalui Kasatpolairud Polres Pariaman Iptu Sirjon Hardi di Pariaman.

Ia mengatakan terdamparnya kapal tersebut karena dihempas gelombang laut sekitar pukul 02.00 WIB dan tidak berapa lama kemudian mesin kapal mati.
Baca juga: Satu kapal bagan di Pariaman dilaporkan hilang

Lalu, lanjutnya kapten kapal memerintahkan anak buah kapal untuk menurunkan jangkar guna menstabilkan bagan.

Namun kondisi bertambah tidak menguntungkan karena kapal bocor sehingga diputuskan untuk memutuskan tali jangkar dan kapten kapal kembali mencoba menghidupkan mesin tapi tetap tidak mau menyala.

Sekitar pukul 03.00 WIB kapal KM Srijaya 07 itu kembali di hantam gelombang tinggi dan terdampar di tepi pantai Desa Mangguang dengan kondisi rusak berat.

Dari pantauan terlihat pemilik bagan melepas bagian yang dapat diselamatkan yaitu di antaranya mesin dibantu oleh sejumlah pemuda Desa Manguang.
Baca juga: Kapal nelayan di Sasak Pasaman Barat tenggelam 18 orang selamat

Pihaknya memperkirakan kerugian yang ditimbulkan pada peristiwa itu sekitar Rp300 juta.

Sementara itu, salah seorang warga setempat Akhirudin mengatakan pihak kapal sempat memasang jangkar di Pulau Kasiak namun terbawa ke pantai.

"Diketahui warga tadi pagi, namun sekitar pukul berapanya tidak tahu," tambahnya.
Baca juga: Nelayan Riau selamatkan tiga korban kecelakaan kapal pengangkut TKI

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar