Lembaga Kajian Olahraga Prestasi Kaltim dukung Jatim penyangga PON

Lembaga Kajian Olahraga Prestasi Kaltim dukung Jatim penyangga PON

Lembaga Kajian Olahraga Prestasi ( Lekop ) Kaltim saat menggelar jumpa perss dengan awak media di Samarinda, Rabu (29/1) (Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kalimantan Timur memberikan dukungan terhadap Jawa Timur sebagai provinsi penyangga penyelenggara pertandingan 13 cabang olahraga di luar Papua dalam PON XX 2020.

Ketua Lekop Kaltim Muhammad Fadli kepada awak media di Samarinda, Rabu, mengatakan dukungan tersebut diberikan karena ada beberapa dari 13 cabang olahraga yang telah diputuskan bakal tidak dipertandingkan di Papua tersebut sudah melaksanakan babak prakualifikasi PON.

Baca juga: PB PON terus persiapkan PON XX di Papua

Bahkan, lanjut Fadli, di beberapa daerah cabang olahraga tersebut sudah melaksanakan pemusatan latihan. "Tentunya sangat disayangkan para atlet yang sudah berjuang untuk lolos di PON dan sudah menjalani persiapan, kemudian cabang olahraganya tidak dipertandingkan," beber Fadli.

Menurut Fadli, bila usulan provinsi penyangga PON tersebut telah disetujui, sudah selayaknya momentum pembukaan dan penutupan PON merupakan satu kesatuan antara Papua dan Jawa Timur.

"Untuk 13 cabang olahraga tersebut harusnya juga diakomodasi medalinya tetap diperhitungkan di PON 2020," tutur Fadli.

Anggota Lekop Kaltim Salah Basire menambahkan Lekop berharap semua elemen olahraga Kaltim ikut mendukung, karena 13 cabang olahraga tersebut di antaranya merupakan cabang andalan Kaltim untuk meraih medali emas.

Baca juga: Pemprov Papua targetkan arena PON rampung pada Juni 2020

"Kami mendapatkan informasi ini dari perwakilan DPD RI, semoga usulan ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah pusat," ujarnya.

Berdasarkan SK Ketua Umum KONI no 24 tahun 2019, terjadi pengurangan tiga cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2020 di Papua, yang awalnya ada 50 cabang olahraga menjadi 47 cabang olahraga.

Tiga cabang olahraga yang tidak dipertandingkan itu adalah arung jeram, Boling dan korfball.

Selanjutnya SK tersebut diperbarui lagi dengan SK Ketua Umum KONI Pusat No 100 tahun 2019, dan terjadi lagi pengurangan cabang olahraga yang semula 47 cabang olahraga menjadi 37 cabang olahraga, atau sepuluh cabang olahraga yang dicoret lagi.

Sepuluh cabang olahraga itu di antaranya balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, pentaque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball.

Baca juga: Maskot PON 2020 resmi dikenalkan bersamaan dengan "countdown" 333 hari

 

Pewarta: Arumanto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora sebut kesehatan atlet dan pelatih yang utama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar