14 warga Iran terdampar di Meulaboh tak berdokumen imigrasi

14 warga Iran terdampar di Meulaboh tak berdokumen imigrasi

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Provinsi Aceh, Herdaus (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait keberadaan 14 WNA diduga asal Iran di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (29/1/2020). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Meulaboh (ANTARA) - Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Aceh Herdaus menegaskan 14 orang diduga warga negara Iran yang terdampar di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tidak memiliki dokumen keimigrasian.

"Imigrasi masih mengidentifikasi dan masih meneliti faktor bagaimana WNA (warga negara asing) ini bisa terdampar ke Aceh Barat, ini yang masih dipelajari," kata Herdaus kepada wartawan di Meulaboh, Rabu (29/1).

Ke-14 orang diduga warga negara Iran itu terdampar di perairan Meulaboh setelah kapal yang mereka tumpangi rusak sejak berada di Maladewa.

Ke-14 orang itu adalah Lal Muhammad, Annar, Al Abbas, Abdullah, Mohammad Rafiq, Abdul Nasir, Abdullah Fariziq, Jawi, Ismail, Muhammad Rafiq, Nathim, Adam, Syahaqi, dan Amir Muhammad.

Baca juga: 14 warga asal Iran terdampar di perairan Meulaboh Aceh Barat

Herdaus menegaskan pihaknya harus berhati-hati menangani mereka karena kedatangan mereka tidak diharapkan.

Karena tidak memiliki dokumen yang sah, pihak imigrasi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk sementara mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dalam menangani mereka, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Hingga Rabu siang, kata Herdaus, Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh masih kesulitan  berkomunikasi dengan mereka karena tidak seorang pun dari mereka bisa berbahasa Inggris.

"Sementara mau mengatakan mereka (WNA) yang terdampar ini warga Iran, bukti paspor tidak ada," kata dia.

Herdaus mengaku menunggu kedatangan pihak kedutaan Iran di Jakarta agar bisa memastikan identitas mereka.

Baca juga: Enam warga China terdampar di Pulau Rote

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gelombang tinggi sebabkan abrasi di bibir pantai Aceh Barat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar