Menristek inginkan pengembangan obat modern asli Indonesia meningkat

Menristek inginkan pengembangan obat modern asli Indonesia meningkat

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro . (Foto : ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak).

Dari kami komunitas riset untuk bidang kesehatan mungkin kita dorong yang ada semangat nasionalismenya yakni obat modern asli Indonesia,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menginginkan pengembangan obat modern asli Indonesia berbasis pemanfaatan keanekaragaman hayati di Tanah Air meningkat.

"Yang mau kita dorong obat yang memang nantinya sudah melalui uji klinis," kata Menristek Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemristek/BRIN 2020 Integrasi Riset dan Inovasi Indonesia di Puspiptek Tangerang Selatan, Banten, Kamis.

Menristek Bambang menginginkan ekstraksi dari kekayaan biodiversitas Indonesia tidak hanya berhenti pada obat herbal terdaftar tapi lanjut menjadi obat modern asli Indonesia.

"Dari kami komunitas riset untuk bidang kesehatan mungkin kita dorong yang ada semangat nasionalismenya yakni obat modern asli Indonesia," tambahnya.

Baca juga: Menristek dorong pengembangan drone untuk kedaulatan pertahanan

Saat ini, mayoritas bahan baku obat dan alat kesehatan masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketergantungan impor ini yang harus diselesaikan ke depan melalui hasil riset dan inovasi bangsa Indonesia untuk menciptakan kemandirian dan memperkuat ekonomi bangsa.

Dia juga berharap ke depannya rumah sakit dan pihak kesehatan beralih untuk menggunakan alat kesehatan buatan anak Indonesia.

Untuk menyediakan iklim pengembangan obat modern asli Indonesia, selain dukungan insentif pajak juga diharapkan obat-obat yang dikembangkan dalam negeri masuk ke daftar obat yang dibiayai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga: Anggaran riset dan pengabdian masyarakat 2020 capai Rp1,46 triliun

"Kalau obat ingin berkembang jadi pesat paling tidak dia masuk ke JKN untuk mengganti obat impor," ujarnya.

Menristek Bambang menjelaskan dalam lima tahun kedepan yang akan diprioritaskan antara lain peningkatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan; kesiapan teknologi, kesiapan manufaktur, serta kesiapan inovasi.

Dia menginginkan penelitian dan pengembangan yang ada di Indonesia semuanya berorientasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengurangi ketergantungan impor.

Baca juga: Pemerintah akan hadirkan kendaraan tanpa awak di ibu kota baru

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenristek-BRIN kelola dana riset perguruan tinggi Rp1,463 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar