Banjir sebabkan warga pilih apartemen sebagai hunian

Banjir sebabkan warga pilih apartemen sebagai hunian

Kanan-Kiri: Direktur PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk Ganda Kusuma, Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya dan Chief Development & Project Officer PT Lippo Karawaci Tbk Peter Yu di atas apartemen Holland Village Cempaka Putih Jakarta. (ANTARA/Ganet Dirgantoro)

Jakarta (ANTARA) - Banjir di wilayah Jakarta pada awal 2020 menyebabkan warga memilih apartemen sebagai pilihan hunian.

Itu terlihat dari tingginya pembelian hunian bertingkat ini di beberapa lokasi.

"Benar, animo masyarakat tinggi tinggal di apartemen, usai banjir melanda Jakarta saat tahun baru 2020," kata Chief Sales Officer PT Lippo Karawaci Tbk, Adrian Baskoro di Jakarta, Kamis (30/1) usai menghadiri prosesi penutupan atap proyek superblok Holland Village di Cempaka Putih.

Menurut Adrian, mayoritas pembeli merupakan warga Kelapa Gading dan Cempaka Putih yang memang sudah memiliki sejarah lama tinggal di kawasan ini namun enggan terkena banjir.

Hal ini terbukti dari unit yang sudah dilepas ke pasar sebanyak 80 persen sudah terjual. Ditargetkan unit yang tersisa dapat habis terjual di tahun 2020 ini.

Baca juga: Konsultan: Tingkat serapan apartemen bakal terdampak perang dagang

Menurut Adrian, dengan banyak yang terjual unit dua kamar tidur menunjukkan pembeli merupakan keluarga, bukan untuk disewakan.

Pertimbangannya, daya beli masyarakat akan menguat di tahun 2020 setelah pada tahun lalu ekonomi mengalami ketidakpastian karena kondisi makro ekonomi dan politik.

"Kita sempat menghadapi pilpres, kemudian berlanjut dengan siapa yang bakal ditunjuk sebagai menteri, terakhir kondisi ekonomi yang dibayang-bayangi perang dagang China-AS," ujar Adrian.

Baca juga: Lima ular kobra ditemukan di apartemen Cengkareng
Baca juga: Kasino di Apartemen Robinson tak berizin


Disamping itu, gaya hidup masyarakat di perkotaan seperti Jakarta menginginkan hunian yang dekat dengan tempatnya mencari nafkah sehingga pilihannya hunian-hunian yang berlokasi di pusat kota.

Superblok juga menjadi pilihan karena di dalam kawasan tersebut biasanya sudah tersedia pusat belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, perkantoran, rumah sakit dan fasilitas lainnya dalam satu kawasan.

Untuk perkantoran saat ini juga merupakan saat yang paling tepat untuk membeli ruang untuk berbisnis karena momentumnya tepat di tengah pemerintah yang sedang membangun infrastruktur serta ekonomi di Indonesia yang diprediksi mampu bertumbuh di atas lima persen.

"Saya kira kita butuh banyak ruang-ruang kantor kalau ekonomi membaik," ujarnya.
Baca juga: BPRD DKI-KPK RI razia pajak mobil mewah hingga apartemen di Jakbar
 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hari terakhir, 1.045 pemohon ajukan kredit rumah DP Rp0

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar