Kementerian PUPR akan tata lingkungan Kelurahan Sempur Bogor

Kementerian PUPR akan tata lingkungan Kelurahan Sempur Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat mendampingi rombongan dari Kementerian PUPR meninjau Kelurahan Sempur di Kota Bogor,Jumat (31/1/2020). (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program "Kota Ku" akan menata lingkungan di Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dari lingkungan yang sederhana menjadi lingkungan lebih asri, indah dan bersih.

Kepala Sub Bidang Kawasan Permukiman Wilayah II Kementerian PUPR, Sulistyaning, mengatakan hal itu saat melakukan peninjauan di Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, Sulistyaning bersama rombongan dari Kementerian PUPR dan didampingi oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, berkeliling melihat kondisi pemukiman warga dan lingkungannya di Kelurahan Sempur.

Setelah berkeliling di Kelurahan Sempur Kota Bogor, dia mengatakan, ada beberapa hal yang bisa direalisasikan di Kelurahan Sempur, tapi membutuhkan perangkat pendukung teknis, seperti jembatan gantung, tempat pengelolaan sampah "reuse, reduce dan recycle" (TPS3R).

Menurut dia, tempat pengelolaan sampah ini untuk mengurangi, digunakan kembali dan didaur ulang, dengan cara pemilahan sampah, dan pengolahan sampah organik menjadi kompos. "Penanganannya oleh direktorat khusus di Kementerian PUPR," katanya.

Baca juga: Warga apresiasi program penataan kawasan kumuh di Trenggalek
Wali Kota Bogor, Bima Arya (jongkok) meninjau pembangunan penataan kawasan Suryakencana di Kota Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO Humas Pemkot Bogor/am.
Sulistyaning menegaskan, melalui penataan lingkungan pemukiman di Sempur pada prinsipnya dilakukan "re-branding" dari pemukiman sederhana, menjadi pemukiman yang lebih berkualitas serta warganya juga akan lebih berdaya.

"Setelah selesai penataan, pengelolaan aset, pendampingan perbaikan pola hidup masyarakat terkait sampah, buang air limbah juga bisa berubah," katanya.

Menurut Sulistyaning, pihaknya fokus pada perubahan "branding" kawasan kumuh menjadi kawasan tidak kumuh. "Penataan tersebut, bukan hanya lingkungan secara fisik tapi juga mental melalui perbaikan perilaku," katanya.

Sulistyaning menegaskan, penataan fisik lingkungan bisa selesai dalam setahun, tapi perbaikan mental masyarakat perlu waktu lebih lama dan lebih intensif penanganannya.

Untuk rencana penataan fisik lingkungan, menurut Sulistyaning, masih akan dibicarakan lebih lanjut di direktoratnya karena banyak hal yang perlu ditunjang seperti persampahan, drainase dan limbah.

Sulistyaning menambahkan, dipilihnya Kelurahan Sempur di Kota Bogor, karena Sempur dinilai lebih siap untuk dilakukan program penataan "Kota Ku". " Penataan infrastruktur memerlukan dukungan Pemerintah Kota Bogor dalam melengkapi persyaratan proyek pembangunan," katanya.
Baca juga: Kawasan kumuh Kota Mataram dibenahi dengan program "KotaKu"

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar