Dubes sebut Brexit ciptakan peluang besar bagi Inggris dan Indonesia

Dubes sebut Brexit ciptakan peluang besar bagi Inggris dan Indonesia

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins ( ist.)

Semua ini terjadi karena pekerjaan luar biasa yang dilakukan Inggris dan Indonesia Bersama-sama
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit dapat menciptakan peluang baru dalam kerjasama dengan Indonesia.

Dalam pernyataan tertulis Dubes Jenkins yang diterima di Jakarta, Jumat, dia mengatakan bahwa Brexit akan mengantar Inggris terus memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain dan membangun hubungan kuat dengan seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia.

“Kedutaan kami telah tumbuh sekitar 40 persen sejak referendum (Brexit) pada Juni 2016 – sebelumnya kami hanya memiliki 110 staf, sekarang ada 152,” kata Dubes Jenkins.

Dia juga menjelaskan pihaknya telah membuka kantor di luar Jakarta guna merespon kebutuhan atas Indonesia yang tak hanya berpusat di Jakarta. Masih banyak potensi di provinsi-provinsi besar lainnya yang ingin dijajaki oleh Inggris.

Baca juga: Pasca-Brexit, Inggris inginkan transisi skema dagang dengan Indonesia

Jenkins pun menekankan bahwa hubungan dagang Inggris dengan Indonesia tak akan terdampak oleh Inggris yang meninggalkan Uni Eropa, karena selama ini kedua negara telah berbisnis dengan persyaratan Organisasi Dagang Dunia (World Trade Organization/WTO).

“Kami telah menandatangani perjanjian yang mirip dengan perjanjian UE tentang kayu legal untuk menjamin keberlangsungan, dan kami telah meluncurkan Tinjauan Perdagangan Bersama, untuk mencari tahu di mana peluang masa depan kita berada,” lanjut dia.

Selain itu, Inggris juga telah membuka kedutaan baru untuk ASEAN dan akan mendedikasikan Duta Besar baru dalam rangka memperkuat kemitraan dengan organisasi Kawasan yang dianggap penting.

“Semua ini terjadi karena pekerjaan luar biasa yang dilakukan Inggris dan Indonesia Bersama-sama,” kata dia.

Inggris Raya akan meninggalkan Uni Eropa secara resmi pada Jumat, 31 Januari, pukul 11 malam waktu London, atau pada Sabtu, 1 Februari pukul 6 dini hari waktu Jakarta.

Dubes Jenkins mengatakan meninggalkan Uni Eropa menjadi kesempatan bagi Inggris untuk menunjukkan definisi sesungguhnya dari ‘Global Britain’.

Baca juga: PM Irlandia: EU "di atas angin" dalam perundingan dagang Brexit

Baca juga: Uni Eropa tunjuk duta besar pertama untuk Inggris Brexit


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pakai Sistem Kran Antisipasi Macet di Pantura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar