Pemkab Kudus sediakan posko layanan informasi kewaspadaan virus corona

Pemkab Kudus sediakan posko layanan informasi kewaspadaan virus corona

Posko pelayanan informasi kewaspadaan virus corona di pintu masuk Kota Kudus di dekat Terminal Induk Jati Kudus, Sabtu (1/2/2020). (Foto : ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif).

Posko tersebut juga siap melayani masyarakat yang sekadar ingin berkonsultasi terkait kesehatan, terutama tentang virus novel corona,
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, melalui Dinas Kesehatan setempat menyiapkan posko pelayanan informasi kewaspadaan virus corona di Jalan Lingkar Jati, Kudus, Sabtu.

Posko yang berada di dekat kompleks Terminal Induk Jati Kudus yang baru dioperasikan hari ini (1/2), setiap harinya tersedia petugas jaga mulai dari dokter, perawat dan sopir ambulans.

"Posko tersebut juga siap melayani masyarakat yang sekadar ingin berkonsultasi terkait kesehatan, terutama tentang virus novel corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto.

Ia berharap tersedianya posko pelayanan kewaspadaan virus novel corona, masyarakat semakin sadar untuk menjaga pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan ketika terjadi gangguan kesehatan.

Baca juga: Kemenkes: Indonesia punya kemampuan deteksi virus corona

Dengan diperolehnya informasi, dia berharap masyarakat juga bisa mengambil langkah-langkah yang tepat dan tidak perlu khawatir terlalu berlebihan terhadap penyebaran virus corona, sepanjang tidak pernah melakukan kontak dengan orang yang pernah bepergian ke China.

"Siapapun boleh berkonsultasi di posko tersebut, karena tujuannya memang untuk memberikan edukasi tentang virus tersebut, termasuk gejala yang terjadi hingga upaya pencegahannya," jelasnya.

Meskipun baru mulai dibuka Sabtu (1/2) siang, ternyata sudah ada warga yang memanfaatkan posko tersebut untuk berkonsultasi.

Judi Fajeri, salah seorang warga yang mencoba berkonsultasi soal virus corona mengakui dirinya memang sempat khawatir dengan pemberitaan di berbagai media, termasuk melalui media sosial.

"Karena bisa mengakibatkan kematian, saya mencoba memanfaatkan posko ini. Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter yang bertugas, kekhawatiran saya mulai berkurang," ujarnya.

Baca juga: Kemenkes tegaskan tidak ada kasus positif virus corona di Indonesia

Ternyata, lanjut dia penularannya dari hewan ke manusia, kemudian manusia yang terjangkit juga bisa menularkan ke orang lain.

Sepanjang tidak pernah ada kontak dengan warga yang pernah ke China, katanya, tidak ada masalah.

Hal terpenting, tambah dia membiasakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan karena virus akan mudah menyerang ketika kondisi tubuh kurang sehat.

Indraswari yang bertugas di posko kewaspadaan novel corona di posko ini tidak hanya disiagakan petugas medis, melainkan dilengkapi mobil ambulans yang siap memberikan rujukan ke rumah sakit RSUD Loekmono Hadi Kudus ketika ada warga yang dicurigai terjangkit virus novel corona tersebut.

Ia mengungkapkan langkah tersebut sebagai deteksi dini virus corona dari luar daerah mengingat terminal pintu masuknya Kota Kudus

Rencananya posko tersebut disiagakan hingga tanggal 8 Februari 2020 dan dapat diperpanjang lagi dengan menyesuaikan kondisi penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Kemenkes pastikan belum ada yang positif virus corona di Indonesia

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas COVID-19 : 20 persen warga masih abai protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar