Alumni IPB bangun MCK di Cileuksa Bogor

Alumni IPB bangun MCK di Cileuksa Bogor

ARM HA-IPB mulai membangun 12 bilik MCK di wilayah terdampak bencana, Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020). (ANTARA/ARM-HA IPB)

Sukajaya, Bogor (ANTARA) - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) melalui badan otonomnya, Aksi Relawan Mandiri (ARM) membangun 12 bilik mandi cuci kakus (MCK) di wilayah terdampak bencana, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“12 bilik MCK ini dibangun di dua lokasi, yakni Kampung Cipugur dan Kampung Cileuksa Kaler di Desa Cileuksa, desa yang paling parah terdampak longsor dan sempat terisolasi selama dua minggu,” ujar Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Agus Rusli, Sabtu.

​​​​​ARM HA-IPB menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahana Muda Indonesia (WMI) yang aktif bergiat di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, Banten. Setiap satu bangunan yang terdiri dari tiga bilik MCK dibangun dengan waktu kurang lebih satu minggu.

"Relawan ARM, WMI dan masyarakat Desa Cileuksa bersama-sama membangun MCK yang nantinya dapat dipergunakan memenuhi kebutuhan air dan sanitasi mereka sehari-hari pascabencana longsor," kata Agus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Solidaritas Alumni IPB untuk Korban Banjir (SAIBAN) tahap ketiga. Tahap pertama ARM terjun ke kawasan terdampak banjir di Jabodetabek.

Baca juga: Ade Yasin ajukan 15 titik relokasi korban bencana Sukajaya Bogor
Baca juga: Dua bukit dibelah untuk jalan utama menuju desa terisolasi di Sukajaya


Kemudian tahap kedua relawan ARM menyalurkan bantuan di kawasan terdampak longsor Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya serta dua desa terkena banjir bandang di Kecamatan Jasinga yaitu Desa Kalong Sawah serta Desa Sipak.

Desa Cileuksa merupakan desa terdampak longsor paling parah di Kecamatan Sukajaya. Total pengungsi di desa tersebut mencapai 4.174 jiwa dari 1.696 Kepala Keluarga (KK). Dari total jumlah pengungsi, 148 di antaranya merupakan ibu menyusui dan 39 ibu hamil.

Di Desa Cileuksa, Kampung Cileuksa Utara merupakan wilayah paling parah terdampak bencana. Di kampung itu, 291 KK mengungsi yang terdiri dari 893 jiwa.

Pengungsian berupa hunian sementara (huntara) itu masih berlokasi di desa yang sama, yaitu tepatnya di lapangan Kantor Desa Cileuksa.Huntara buatan warga ini dihuni 1.152 jiwa, berasal dari Kampung Cileuksa Utara 893 jiwa dan 81 jiwa dari Kampung Pasir Eurih.(KR-MFS).

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNPB sebut longsor di Kabupaten Bogor seperti lelehan es krim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar