Huntap korban bencana Bogor ditarget selesai sebelum ramadhan

Huntap korban bencana Bogor ditarget selesai sebelum ramadhan

Warga membangun hunian sementara menggunakan bambu di Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

hunian sementara yang layak menjadi prioritas kami
Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Ade Yasin menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk para korban bencana di wilayah Barat Kabupaten Bogor, Jawa Barat selesai sebelum bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan April 2020.

"Demi kenyamanan masyarakat, hunian sementara yang layak menjadi prioritas kami, dan pembangunan hunian tetap dipersiapkan selesai sebelum bulan Ramadhan,” ujarnya dalam kegiatan penyampaian laporan akhir tanggap darurat bencana di Pendopo Bupati, Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (1/2).

Berdasarkan hasil rekap data terakhir, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Rabu (1/1) itu menyisakan 14.010 pengungsi yang berasal dari empat kecamatan. Dari Kecamatan Cigudeg sebanyak 922 orang, Kecamatan Sukajaya sebanyak 9.926 orang, Kecamatan Nanggung sebanyak 3.121 orang, dan Kecamatan Jasinga sebanyak 41 orang.

Baca juga: Kabupaten Bogor masuki fase transisi menuju pemulihan pasca-bencana
Baca juga: Masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Bogor diperpanjang

Baca juga: Berjibaku menyalurkan bantuan korban banjir dan longsor
Peristiwa di awal tahun 2010 itu banyak menyebabkan kerusakan materi seperti  bangunan rumah ada sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan.

Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan.

Ade Yasin mengatakan, seiring selesainya masa tanggap darurat bencana pada Kamis (30/1), pihaknya kini fokus melakukan rehabilitasi, relokasi, revegetasi, dan berupaya meningkatkan kualitas manajemen kebencanaan.

“Kami akan lakukan pemasangan sistem peringatan dini, normalisasi kembali sungai, penghijauan kembali lahan, serta edukasi untuk meningkatkan kapasitas desa tangguh bencana," tutur politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Di samping itu, ia mengimbau kepada para korban bencana agar tetap berhati-hati adanya longsor maupun banjir susulan. Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu mengaku berusaha akan menyiapkan hunian yang layak untuk para korban.

Baca juga: ACT temukan banyak korban longsor Kabupaten Bogor yang enggan pulang
Baca juga: ACT kirim bantuan ke wilayah terisolir di Lebak dan Bogor
Baca juga: KLHK segera lakukan penghijauan di Bogor dan Lebak cegah banjir

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Status tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor diperpanjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar