Menhub targetkan Pelabuhan Malarko di Karimun selesai akhir 2021

Menhub targetkan Pelabuhan Malarko di Karimun selesai akhir 2021

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat mengunjungi pelabuhan peti kemas Malarko di Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. ANTARA/Rusdianto/am.

Pelabuhan ini dikerjakan dengan sistem kerja sama KSP
Karimun (ANTARA) (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pelabuhan peti kemas Malarko di Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) selesai dan diresmikan pada akhir 2021.

"Saya akan undang Bapak Presiden untuk meresmikannya nanti," kata Mehub Budi Karya Sumadi saat meninjau Pelabuhan Malarko di Pelambung, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Minggu.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan proyek pelabuhan tersebut diperkirakan sebesar Rp200 miliar.

Kendati demikian, kata dia, pemerintah pusat tidak seratus persen mengalokasikan anggaran sebanyak itu, tetapi akan dikerjasamakan dengan pemerintah daerah, BUMD, dan pihak swasta.

"Pelabuhan ini dikerjakan dengan sistem kerja sama KSP (Kerja Sama Pemanfaatan)," ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menyebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pusat harus lebih memperhatikan daerah perbatasan dan terluar.

Dia menilai Kabupaten Karimun sebagai daerah terdepan yang berbatasan dengan dua negara serumpun, sangat strategis dan memiliki potensi yang besar, antara lain sektor industri dan pariwisata.

"Dengan jumlah penduduk sebanyak 200.000, saya pikir dalam waktu dekat bisa menjadi 400.000, apabila Malarko ini menjadi pelabuhan samudera. Ini akan sangat besar, apalagi Karimun merupakan kawasan pelabuhan bebas, seperti Batam," tutur Menhub.

Baca juga: Kemenhub siapkan Rp100 miliar perpanjang landasan bandara di Karimun

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengapresiasi kunjungan Menteri Perhubungan untuk melihat langsung kondisi fisik proyek Pelabuhan Malarko yang terhenti pengerjaannya sejak beberapa tahun lalu.

"Kunjungan Menhub menunjukkan bahwa pemerintah pusat benar-benar serius membangun infrastruktur yang selama ini menjadi kendala bagi kita," kata Aunur Rafiq.

Pelabuhan Malarko merupakan proyek besar yang telah menelan anggaran lebih dari Rp200 miliar. Proyek pelabuhan ini terhenti beberapa tahun lalu, sementara tiang-tiang pancang untuk dermaga sudah mulai berkarat.

"Mudah-mudahan akhir 2021 benar-benar selesai, dan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan investasi dan perekonomian masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Anggota DPD minta pemerintah rampungkan pelabuhan Malarko


 

Pewarta: Ogen dan Rusdianto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini sebab Malut tak alami kontraksi menurut Luhut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar