Dinas Perkebunan Sulut dorong petani olah minyak kelapa

Dinas Perkebunan Sulut dorong petani olah minyak kelapa

Pabrik minyak kelapa murni. ANTARA/Handout.

Katakanlah setelah dipotong biaya produksi sebesar Rp1.800, harga kelapa ketika diolah menjadi minyak kelapa sekitar Rp2.000, masih lebih tinggi ketika mengolah kopra
Manado (ANTARA) - Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara (Sulut) Refly Ngantung mendorong petani di daerah berpenduduk lebih dari 2,6 juta itu untuk mengolah minyak kelapa dibanding kopra.

"Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw telah mendistribusikan mesin olahan minyak kelapa kepada petani," kata Ngantung di Manado, Minggu.

Dia menyebutkan, kopra harus bersaing dengan minyak nabati lainnya seperti minyak berbahan bunga matahari, minyak sawit ataupun minyak jagung.

"Sekarang ini, sedikitnya ada enam jenis minyak nabati, termasuk berbahan kelapa. Harganya ikut bergejolak ketika terjadi penurunan kuota," sebutnya.

Bahkan dari sisi luasan komoditas yang ditanam di beberapa negara jauh lebih luas bila dibandingkan dengan Indonesia ataupun Sulawesi Utara.

Ngantung membandingkan biaya produksi kopra dengan minyak kelapa yang jauh lebih untung.

Mengolah kelapa menjadi menjadi kopra dengan harga kira-kira Rp6.000 per kilogram misalkan, butuh sebanyak enam butir atau kira-kira satu butir dihargai Rp1.200 per kilogram.

Ongkos produksi tersebut belum dipotong dengan nilai lainnya seperti biaya panjat kelapa, pengolahan, pengepakan dan transportasi, sehingga satu butir harganya tinggal Rp600.

Sementara itu, ketika petani beralih memproduksi minyak kelapa siap pakai, satu kilogramnya dijual seharga Rp38.000 dengan kelapa yang diolah sebanyak 10 butir atau rata-rata setiap butir seharga Rp3.800.

"Katakanlah setelah dipotong biaya produksi sebesar Rp1.800, harga kelapa ketika diolah menjadi minyak kelapa sekitar Rp2.000, masih lebih tinggi ketika mengolah kopra," jelasnya.

Dinas Perkebunan Sulut, sebut dia, telah mendistribusikan sebanyak 45 mesin olahan minyak kelapa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca juga: Pemprov Sulut-Thailand jajaki kerja sama pengembangan kelapa

Baca juga: Petani Sulut diajak tidak hanya olah kelapa menjadi kopra

Baca juga: Petani Sulut dapat bantuan pengolahan kelapa


 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kontribusi positif sawit Riau di masa pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar