Vietnam: Wabah corona ganggu ekspor hasil pertanian

Vietnam: Wabah corona ganggu ekspor hasil pertanian

Warga di China mengenakan masker saat menggunakan transportasi umum untuk mengantisipasi penyebaran wabah yang diakibatkan virus corona. (ANTARA/ M. Irfan Ilmie)

Mulai Minggu malam, 175 truk yang mengangkut 3.500 ton buah naga berhenti di gerbang perbatasan di provinsi Lang Son
Hanoi (ANTARA) - Pemerintah Vietnam mengatakan pada Senin wabah virus corona akan mengganggu ekspor produk pertaniannya ke China, yang menjadi mitra dagang terbesar negara Asia Tenggara.

Pemerintah mengatakan pekan lalu bahwa perdagangan lintas batas antara Vietnam dan China "tak terdorong" dan pada Minggu mengumumkan pihaknya akan melarang semua penerbangan menuju dan dari China karena masalah virus corona.

"Kegiatan angkutan terbatas akan menyulitkan transaksi produk pertanian antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Mulai Minggu malam, 175 truk yang mengangkut 3.500 ton buah naga berhenti di gerbang perbatasan di provinsi Lang Son, kata pemerintah.

Ekspor susu dan makanan hasil laut juga bermasalah karena importir China menunda menerima pengiriman, pemerintah menambahkan.

Vietnam membenarkan tiga kasus tambahan virus corona, kata kementerian kesehatan, yang mengakibatkan jumlah keseluruhan menjadi delapan kasus.

Reuters

Baca juga: Dokter Thailand: Ramuan obat flu dan HIV bantu lawan corona

Baca juga: Corona, Menkes berkantor di Natuna hingga WNI selesai karantina

Baca juga: Produsen disinfektan AS kerja ekstra penuhi keperluan RS di China

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Idul Fitri 2020, Arab Saudi lockdown empat hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar