52 TKA asal China di Nagan Raya Aceh bebas virus corona

52 TKA asal China di Nagan Raya Aceh bebas virus corona

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat udara saat tiba di gedung terminal Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh. Hingga Senin (3/2/2020) pemeriksaan suhu tubuh terhadap pengguna jasa pesawat udara di daerah itu masih terus dilakukan agar memastikan tidak ada penumpang yang terpapar virus Korona. (ANTARA/HO-Dok. Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Aceh)

Suka Makmue (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 52 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di daerah itu dipastikan bebas dari jangkitan virus corona.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang kita lakukan, seluruh TKA asal China yang bekerja di Nagan Raya Aceh sejauh ini tidak terpapar virus corona,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Siti Zaidar diwakili Sekretaris Arafik Karim MPA, Senin (3/2).

Adapun jumlah tenaga kerja asing yang saat ini bertugas di Nagan Raya, Aceh di antaranya terdiri dari perusahaan MPG 20 orang dan Central 5 orang (Grand Nagan Hotel), 20 TKA asal Tianjin (Mess Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir).

Baca juga: Menaker pastikan TKA asal China aman dari virus corona

Kemudian dari perusahaan Indo Fodong sebanyak tujuh orang di Mess Kuala Baro, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Meski belum terdeteksi terpapar virus berbahaya, kata Arafik A Karim, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan terhadap tenaga kerja asing asal China, sehingga dipastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar dalam kondisi sehat.

Selain itu, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang pesawat udara di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, untuk memastikan tidak ada warga asing atau warga lokal yang terpapar virus mematikan tersebut.

Petugas kesehatan juga memberikan tips kepada masyarakat khususnya penumpang bagaimana cara menghindari sebaran virus mematikan tersebut, dan mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, serta menggunakan masker saat berada di dalam pesawat maupun di gedung terminal.

“Pemeriksaan kesehatan ini akan terus kami lakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Arafik Karim.

Baca juga: Kunjungan 33 pengurus Klenteng Tulungagung ke China terancam batal
Baca juga: Disnaker pastikan tenaga kerja asing di Riau bebas virus corona
Baca juga: Kemenhub bahas dampak ekonomi akibat penundaan penerbangan ke China

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar