Antisipasi corona, Mentan inspeksi karantina hewan di Bandara Soetta

Antisipasi corona, Mentan inspeksi karantina hewan di Bandara Soetta

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat melakukan inspeksi pengawasan tindakan karantina berupa pemeriksaan pada lalu lintas hewan dan produknya di Bandara Soekarno Hatta, Senin. (Mentari Dwi Gayati)

perlu pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas sumber hewan, termasuk spesiesnya yang masuk ke Indonesia agar dapat mengantisipasi potensi dari reservoir hewan dalam penyakit ini
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan inspeksi berupa pemeriksaan terhadap karantina hewan dan produknya di Bandara Soekarno Hatta, Senin.

Inspeksi ini dilakukan sejalan dengan informasi dari lembaga kesehatan hewan dunia (OIE) bahwa penyakit pernapasan akut corona yang tengah mewabah ini akibat virus novel corona (2019-nCov). Data urutan genetiknya virus ini adalah kerabat dekat CoV lain yang ditemukan beredar di populasi kelelawar Rhinolophus (Kelelawar Horseshoe).

"Ini yang menjadi perhatian, khususnya bagi jajaran Karantina Pertanian untuk terus memantau kondisi terkini kesehatan dan keamanan dari media pembawa hama penyakit baik hewan dan tumbuhan. Pengawasan harus diperkuat," kata Mentan melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Mentan memandang perlu dilakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas sumber hewan, termasuk spesiesnya yang masuk ke Indonesia agar dapat mengantisipasi potensi dari reservoir hewan dalam penyakit ini.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, yang turut mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian menjelaskan bahwa sama halnya seperti Coronavirus (CoV) adalah keluarga virus RNA (asam ribonukleat).

"Mereka disebut coronavirus karena partikel virus menunjukkan karakteristik 'corona' (mahkota) protein lonjakan di sekitar amplop lipidnya," kata Ali Jamil.

Infeksi CoV sering terjadi pada hewan dan manusia. Beberapa strain CoV adalah zoonosis, artinya virus dapat ditularkan antara hewan dan manusia, tetapi banyak strain tidak zoonosis.

Pada manusia, CoV dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (disebabkan oleh MERS-CoV), dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (yang disebabkan oleh SARS-CoV). Investigasi terperinci menunjukkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari musang ke manusia, dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia.

Kasus pneumonia pada manusia yang tidak diketahui penyebabnya dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Dan kemudian, Center for Diseases Control and Prevention (CDC) USA disebut novel corona virus disingkat 2019-nCoV adalah penyakit pernapasan akut yang menyerang manusia, yang diidentifikasi sebagai virus penyebab oleh otoritas Cina pada 7 Januari 2020.

Sejak itu, kasus manusia dengan sejarah perjalanan ke Wuhan telah dilaporkan oleh beberapa provinsi di Cina dan oleh sejumlah negara di luar China. Hingga hari ini, WHO menyebutkan sudah 25 negara terkena wabah ini.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kunjungi persawahan terasering Tabanan, Mentan gunakan motor trail

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar