Jakarta Utara janji tindaklanjuti sidak FPDIP pada lahan Pluit

Jakarta Utara janji tindaklanjuti sidak FPDIP pada lahan Pluit

Walikota Jakarta Utara Sigit Purnomo ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Senin (3/1/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Tentu ini akan kami respon dalam waktu sesegera mungkin
Jakarta (ANTARA) - Walikota Jakarta Utara Sigit Purnomo berjanji akan menindaklanjuti inspeksi mendadak (sidak) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD DKI Jakarta, Senin ini, pada lahan di bantaran kali wilayah Pluit yang diduga terdapat alih fungsi lahan dari ruang terbuka hijau (RTH).

"Kami akan tindak lanjuti itu, kami akan berkoordinasi dengan Jakpro (PT Jakarta Propertindo) sebagai pengelola kawasan Pluit," kata Sigit di Pluit, Jakarta Utara, Senin.

Sigit menegaskan pihaknya akan merespon dalam waktu yang cepat terkait dugaan alih fungsi lahan seluas lebih dari satu hektare yang awalnya dari RTH menjadi tempat usaha.

"Tentu ini akan kami respon dalam waktu sesegera mungkin," ucap Sigit.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diduga beralih fungsi di Jalan Pluit Kali Karang Indah Timur, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD DKI sidak RTH beralih fungsi di Pluit

"Info yang kami terima, ini adalah RTH, lahan ini dulu dimanfaatkan oleh masyarakat, untuk pedagang kembang-kembang, lalu eranya pak Ahok itu direlokasi untuk dikembalikan pada fungsi sebagai jalur hijau RTH, untuk masyarakat Jakarta maka kami dorong itu juga untuk masyarakat Jakarta," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.

Gembong mengatakan sidak ini merupakan yang kedua kalinya, setelah pada 2018, pihaknya melakukan inspeksi ke lahan yang termasuk ke dalam wilayah tiga RW di Kelurahan Pluit yakni 12,13 dan 14.

Dari pantauan di lokasi, lahan seluas lebih dari satu hektare yang memanjang di bantaran sungai Kali Kerendang di samping Jalan Pluit Kali Karang Indah Timur dipasangi pagar seng dengan papan informasi proyek. Terlihat beberapa alat berat beroperasi, namun berhenti ketika rombongan memasuki area proyek.

Dalam papan informasi proyek, dijelaskan lokasi itu akan dijadikan bangunan dua lantai dengan kegunaan untuk lokasi pedagang kaki lima (PKL), bazar, taman, parkir, plaza dan area premium. Terlihat juga kantor pemasaran di depan lahan berpagar seng dan terbuat dari peti kemas itu informasi jam operasi pukul 10.00 WIB-14.00 WIB.

Baca juga: Ketua RW sebut ada protes terkait pembangunan bantaran Kali Krendang

Ketua RW 12 di Jalan Pluit Kali Karang Indah Timur, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Hari Hartono, menyebut pembangunan tersebut sebagian besar ditolak oleh warga karena selain jalur hijau untuk RTH, juga tidak ada sosialisasi ke warga.

"Tau-tau ada disebar brosur akan dibangun seperti kuliner, warga semua protes, karena ini jalur hijau di pinggir aliran sungai, lalu di bawah SUTET, kok bisa dibangun, sedangkan kita nggak pernah diajak bicara," kata Hari.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

WALHI kepada Pemprov DKI : Kembalikan RTH Monas!

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar