Kadin: penghentian impor produk dari China perlu transisi memadai

Kadin: penghentian impor produk dari China perlu transisi memadai

Penjualan buah asal China di Pasar Gede masih normal pasca merebaknya virus Corona. ANTARA/Aris Wasita/am.

China selama ini memiliki market share terbesar untuk mensuplai produk buah dan sayuran impor ke Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan bahwa kebijakan penghentian impor komoditas sementara dari China terkait wabah virus corona perlu transisi yang memadai.

“China selama ini memiliki market share terbesar untuk mensuplai produk buah dan sayuran impor ke Indonesia, sehingga apabila dihentikan harus ada proses transisi yang memadai,” kata Shinta lewat pesan singkat diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, waktu penghentian impor harus diatur agar ada transisi yang baik sehingga pelaku usaha bisa mengatur peralihan perdagangan dengan mencari substitusi impor dengan baik.

CEO Sintesa Group ini menyampaikan, transisi tersebut penting bukan hanya untuk meminimalisir kerugian di pihak pelaku usaha, tetapi juga untuk memastikan tidak ada kekosongan atau kekurangan pasokan pangan di pasar yang hanya akan membuat lonjakan harga pangan bagi masyarakat.

Hal itu perlu diantisipasi, mengingat tidak semua negara bisa mengekspor substitusi produk yang dilakukan China ke Indonesia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.

Dia menambahkan, dampak yang lumayan besar diprediksi akan terjadi di sektor ritel, karena buah dan sayur yang biasa diimpor dari negeri tirai bambu, akan langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

Adapun produk yang dibutuhkan dari China sedianya bisa disubstitusi dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Thailand, Australia, dan Myanmar.

Meskipun, pelaku usaha masih perlu memastikan apakah alternatif pasokan tersebut bisa dilakukan seperti China yang biasa mengekspor dalam jumlah besar dan singkat.

“Kalau reaksi pasar terlalu volatile, kami sarankan pemerintah memberikan imbauan saja agar pasar secara sadar menahan diri untuk mengonsumsi produk pangan impor dari China atau memberikan treatment khusus sebelum dikonsumsi, misalnya dengan mencuci bersih semua buah dan sayur sebelum dikonsumsi,” ujar Shinta.

Produk impor dari china antara lain buah dan sayur subtropis seperti apel, pir, anggur jeruk, dan bawang-bawangan.



Baca juga: Penjualan buah asal China di Solo tidak terganggu Corona
Baca juga: Kemendag hentikan sementara impor dari China karena virus corona
Baca juga: Menteri Edhy: Perketat impor olahan ikan dari China
Baca juga: Pasokan bawang putih dari China di Pasar Induk Kramat Jati berkurang


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Suasana Bandara Halim jelang kedatangan WNI dari Natuna

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar