Konsultan: Pembeli properti Asia mulai tunjukkan optimisme 2020

Konsultan: Pembeli properti Asia mulai tunjukkan optimisme 2020

Lansekap gedung bertingkat di Jakarta. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/pras.

Orang-orang bilang menunggu hingga pemilu selesai. Tetapi pemilu usai, kita lihat kondisinya masih belum terlalu bergerak (untuk kinerja apartemen)
Jakarta (ANTARA) - Konsultan properti Colliers International menyatakan pembeli dan pelaku usaha properti di negara-negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia, mulai menunjukkan optimismenya untuk berinvestasi di sektor tersebut pada tahun ini.

"Secara keseluruhan, meski terjadi ketidakpastian pada tahun lalu, tetapi optimisme yang berhati-hati saat ini terjadi," kata Managing Director of Capital Markets Colliers International Asia, Terence Tang, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Terence Tang, optimisme yang berhati-hati dalam sektor properti itu antara lain karena berkurangnya ketegangan akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China, terus berlanjutnya kecenderungan menurunnya tingkat suku bunga di kawasan Asia.

Selain itu, ujar dia, negara-negara di kawasan Asia juga dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan fundamental perekonomian yang kuat.

Ia mencontohkan, Tokyo tetap menjadi pasar investasi properti utama untuk aset-aset perkantoran, serta pasar properti China menunjukkan pemulihan dengan tercatatnya sejumlah transaksi signifikan yang tercatat seperti di Shanghai dan Beijing.

Colliers International juga mencatat sektor properti di Indonesia dapat terus mendapatkan perhatian baik dari pengembang lokal maupun asing termasuk pembangunan rumah tapak serta pengembangan kluster khususnya untuk ritel dan industri.

Director of Capital Markets Colliers International Indonesia, Steve Atherton menyatakan, beberapa investor luar negeri ingin menempatkan uang mereka antara lain di CBD atau kawasan sentrabisnis Jakarta.

"Dari segi infrastruktur, dengan semua investasi infrastruktur transit terselesaikan dan sedang berlangsung di Jakarta, kami berharap TOD (transit oriented development) akan meningkat ke depan," katanya.

Memasuki 2020, perusahaan konsultan properti internasional Colliers International menyatakan bahwa kinerja beragam subsektor properti, seperti kinerja penjualan unit apartemen, dinilai masih dalam keadaan tertekan.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia (konsultan properti) Ferry Salanto mengemukakan bahwa pasar apartemen strata tetap masih di bawah tekanan pada 2020, terutama karena investor masih mempertimbangkan pendapatan sewa yang berimbang dengan harga beli unit.

Berdasarkan data Colliers, tingkat penyerapan pada kuartal IV 2019 hanya mencapai 87,2 persen, hanya meningkat 0,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sedangkan rata-rata harga penjualan pada kuartal IV-2019 juga mengalami stagnasi di angka Rp34,8 juta per meterpersegi, atau hanya 0,02 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga penjualan pada kuartal sebelumnya.

Ia mengungkapkan, meski pihak pengembang telah menawarkan berbagai macam promosi, tetapi volume transaksi belum sampai tahap memuaskan.

"Orang-orang bilang menunggu hingga pemilu selesai. Tetapi pemilu usai, kita lihat kondisinya masih belum terlalu bergerak (untuk kinerja apartemen)," ucap Ferry.

Selain itu, ujar dia, para pembeli potensial juga umumnya mengharapkan stimulus yang lebih dari pemerintah untuk mengakselerasikan secara nyata sektor properti ini.

Hal ini karena meski suku bunga acuan BI telah diturunkan hingga sekitar 5 persen, tetapi diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar setengah tahun lebih bagi berbagai bank untuk menyesuaikannya, namun diperkirakan kondisi pasar akan pulih pada 2021.

Baca juga: Kinerja sektor properti masih tertekan, warga diharap cermat

Baca juga: Tahun pascapemilu, kinerja properti apartemen masih tertekan

Baca juga: Konsultan: dampak banjir hanya jangka pendek terhadap properti

Baca juga: Konsultan: Kinerja properti sulit melesat, bunga bank masih tinggi

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar