Gubernur: Jabar siap sinergi terkait arahan Presiden Rakornas PB 2020

Gubernur: Jabar siap sinergi terkait arahan Presiden Rakornas PB 2020

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (3/2/2020). (Foto : Humas Pemprov Jabar).

Seperti tadi disampaikan Bapak Presiden, kami (Pemerintah Provinsi Jabar) akan menanam 50 juta (tanaman),
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat (Jabar), M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar siap bersinergi terkait arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan bahwa sebagian besar ancaman-ancaman bencana di Indonesia terjadi secara berulang, seperti banjir dan longsor.

Menanggapi arahan Presiden Jokowi, Ridwan Kamil dalam siaran persnya menyatakan bahwa Pemprov Jabar tengah mempersiapkan penanaman 50 juta pohon di seluruh wilayah Jabar untuk mengatasi lahan kritis sekaligus mengurangi potensi bencana alam.

Seperti tadi disampaikan Bapak Presiden, kami (Pemerintah Provinsi Jabar) akan menanam 50 juta (tanaman), kata Kang Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil.

(Pemesanan bibit) setengahnya dibantu Pak Jokowi (pemerintah pusat), setengahnya kami upayakan sendiri, lanjut sosok Inspirational Leader Asia Pasifik versi GovInsider Innovation Awards 2019 itu.

Baca juga: Ulama Aceh digandeng sosialisasikan mitigasi bencana berbasis agama

Rakornas yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema 'Penanggulangan Bencana Urusan Bersama' ini dihadiri oleh sekitar 10.000 peserta dari berbagai lembaga di Indonesia, termasuk relawan difabel.

Adapun Rakornas PB 2020 yang berlangsung dihari kedua ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Idham Azis.

Sementara itu dalam arahannya, Presiden mengemukakam disamping memberikan solusi pembangunan infrastruktur terdampak bencana, juga diperlukan solusi yang permanen khususnya perbaikan ekosistem untuk menanggulangi bencana berulang tersebut.

Salah satu solusi permanen yang ditawarkannya melalui pendekatan vegetatif yakni menanam tanaman akar wangi (vetiver).

Baca juga: AHA Center: Indonesia aktif dalam kerja sama penanggulangan bencana

"Jangan diurusi fisiknya saja. Akan lebih permanen apabila kita mau merehabilitasi lahan, menanam pohon-pohon yang berakar kuat, seperti akar wangi atau vetiver ini," ujar Presiden Jokowi.

"Solusi pembangunan infrastruktur itu penting, tapi ekologi harus diperbaiki salah satunya dengan penanaman pohon akar panjang dan kokoh," tambahnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk terus bersinergi dalam melakukan pencegahan, mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, termasuk pengendalian tata ruang berbasis risiko bencana.

Jokowi pun memerintahkan para kepala daerah baik gubernur maupun bupati dan wali kota untuk segera menyusun rencana kontinjensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat dilaksanakan semua pihak.

Baca juga: LKBN ANTARA raih penghargaan dari BNPB


 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah minta Pemda realokasikan dana APBD untuk penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar