Pakar bantah corona bisa menular lewat tatapan mata

Pakar bantah corona bisa menular lewat tatapan mata

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020), di masa observasi setelah dievakuasi dari Wuhan, China, Menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 238 orang WNI yang menjalani proses observasi virus Corona tersebut kondisi kesehatannya baik dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pakar virologi dr. Fera Ibrahim membantah isu bahwa 2019 novel coronavirus (2019- nCoV) bisa menular melalui pandangan mata karena virus itu sejauh ini hanya menular lewat droplet atau cairan air liur.

"Ada juga yang tanya, dengan tatapan mata apakah bisa menularkan? Tatapan mata seberapa jauh dulu. Kalau tatapan mata dekat dan lalu dia batuk bisa saja. Kalau jauh tidak akan bisa menular," kata konsultan virologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu dalam diskusi tentang 2019 novel coronavirus (2019- nCoV) di Depok, Jawa Barat, Selasa.

Virus corona baru yang mulai mewabah di Wuhan, China, sejauh ini terbukti menular antar manusia lewat droplet atau cairan air liur yang bisa menyebar lewat batuk atau bersin.

Tidak hanya itu, infeksi juga bisa terjadi ketika menyentuh permukaan yang terkena droplet dari orang yang positif terinfeksi oleh corona.

Baca juga: Kemenkes: WNI di lokasi observasi Natuna sehat

Baca juga: KJRI Hong Kong-BUMN bagikan masker kepada WNI

Baca juga: Modal pengadaan masker N95 naik empat kali lipat di Pasar Pramuka


Namun, menurut spesialis mikrobiologi RS Universitas Indonesia itu, virus secara umum merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang dan baru bisa bereplikasi diri kalau sudah masuk ke dalam sel hidup.

Artinya, saat virus corona berada di ruang terbuka, belum menjangkiti inang sel, virus tersebut masih dapat dilumpuhkan, salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

"Virus corona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi coronavirus itu sensitif terhadap suhu panas," kata dr. Fera.

Selain itu, alkohol juga dapat membantu melumpuhkan virus tersebut dan cairan disinfektan yang mengandung chlorine, hydrogen peroxide disinfectant, chloroform dan pelarut lipid.*

Baca juga: Virus corona bisa dilumpuhkan dengan alkohol hingga disinfektan

Baca juga: Pemerintah Indonesia larang impor hewan hidup dari China

Baca juga: Pakar: Langkah observasi WNI di hanggar sudah tepat

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Sulteng gelar program vaksinasi "Kampus Polri Peduli"

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar