Pemerintah kirim doa keselamatan untuk warga Aceh di China

Pemerintah kirim doa keselamatan untuk warga Aceh di China

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan sambutan dalam zikir dan doa bersama untuk masyarakat Aceh di China, di Banda Aceh, Selasa (4/2/2020). (ANTARA/Khalis Surry)

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah dan masyarakat Aceh menggelar doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, untuk masyarakat Aceh yang sedang melanjutkan pendidikan di China, negara yang tengah dilanda wabah virus corona.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan doa dan zikir bersama yang dilakukan pemerintah bentuk wujud dukungan spiritual kepada masyarakat Aceh yang sedang berada di negara sedang terjangkit virus corona.

"Terkhusus bagi mahasiswa kita di Kota Wuhan yang sudah merebak virus corona. Melalui spiritual ini kita mengharapkan anak-anak kita tersebut tetap sehat, dan begitu juga warga Indonesia lainnya," katanya di sela-sela zikir dan doa untuk mahasiswa Aceh di China, di Banda Aceh, Selasa.

Dia menyebutkan Aceh merupakan pertama di Indonesia yang memberikan respon cepat terhadap dampak munculnya virus corona. Respon cepat itu tentu karena warga Aceh yang sedang menetap di beberapa kota di China, yang sebagian besar merupakan mahasiswa.

"Karena itu Pemerintah Aceh punya tanggung jawab besar untuk menjamin keberadaan dan keberlangsungan hidup warga kita di Tiongkok," katanya.

Data terakhir Komisi Kesehatan Nasional China menyeburkan sebanyak 425 jiwa meninggal akibat virus corona negara tersebut.

Kata Nova, banyak negara dunia termasuk Indonesia melakukan upaya pencegahan agar virus tidak terinfeksi secara masif

Apalagi, tambah dia, badan kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan situasi darurat kesehatan global terkait mewabahnya virus corona dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei tersebut.

Maka, kata dia, Pemerintah Aceh sejak awal teridentifikasi virus berbahaya ini telah melakukan penanganan serius, terutama bagi warga dan mahasiswa Aceh yang masih berada di Kota Wuhan dan beberapa kota lain.

"Maupun yang sudah kembali ke tanah air.
Pemerintah Aceh juga membentuk posko informasi, penetapan rumah sakit rujukan, juga telah beberapa kali mengirimkan biaya logistik kepada mahasiswa Aceh dan juga memfasilitasi kepulangan mereka," katanya.

Seperti diketahui sebelum dievakuasi oleh Pemerintah Indonesia, sebanyak 243 orang WNI berada di Kota Wuhan yakni kota yang diberlakukan kebijakan isolasi akibat virus corona.

Tercatat 13 orang di antaranya merupakan mahasiswa asal provinsi berjulukan Serambi Mekkah tersebut. Kini, mereka sedang menjalani karantina pascaevakuasi dari Wuhan, di Natuna Kepulauan Riau.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rapid test di Aceh fokus pada tenaga medis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar