Dokter RS PMI berikan edukasi virus corona

Dokter RS PMI berikan edukasi virus corona

dr. Nancy Sovira dari Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Bogor. ANTARA/ HO/PMI

"Sebelum kita berbicara tentang corona, harus terlebih dahulu tahu tentang masalah flu. Karena penyakit ini sama dengan flu lainnya yang penyebarannya melalui dropplet atau percikan bersin dan dahak sewaktu batuk jarak dekat (kontak langsung jarak 1-
Bogor, Jabar (ANTARA) - Dokter Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Bogor Nancy Sovira memberikan edukasi tentang virus corona (2019 nCov) yang tujuannya agar masyarakat mengetahui virus yang saat ini sedang menghebohkan dunia.

"Sebelum kita berbicara tentang corona, harus terlebih dahulu tahu tentang masalah flu. Karena penyakit ini sama dengan flu lainnya yang penyebarannya melalui dropplet atau percikan bersin dan dahak sewaktu batuk jarak dekat (kontak langsung jarak 1-1,5 meter)," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu.

Jika jarak kontaknya dengan penderita seperti satu sampai dua kilometer tidak akan terinfeksi virus yang bisa menyebabkan kematian tersebut terkecuali kontak langsung dengan penderita virus corona.
Baca juga: Pencegahan dan bahaya virus corona terus disosialisasikan PMI

Dikatakan, seharusnya menggunakan masker adalah penderita bukan orang sehat, walaupun saat ini banyak yang sehat pun menggunakan masker.

Selain itu, menjaga jarak dengan orang terduga menderita flu tujuannya untuk mengurangi penularan, karena untuk pasien yang terinfeksi virus corona dalam penanggulangannya tentu ada standar khusus.

Ia menjelaskan sebenarnya masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap flu baik itu Corona maupun flu lainnya jika daya tahan tubuh kuat atau dalam kondisi baik, namun demikian pencegahan harus tetap dilakukan karena siapa saja bisa tertular berbagai jenis penyakit flu.
Baca juga: PMI kirim 20 ribu masker ke Pulau Natuna

"Yang perlu diperhatikan adalah daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit. Maka dari itu menjaga kesehatan sangat penting untuk semua masyarakat dan tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati," tambahnya.

Nancy pun memberikan tips agar daya tahan tubuh selalu terjaga antara lain istirahat harus cukup, makan cukup dengan kadar gizi yang seimbang, hindari gaya hidup yang bisa mengurangi daya tahan tubuh seperti merokok, begadang dan lainnya serta tidur minimalnya sehari enam jam.
Baca juga: PMI siap kirim 70 ribu masker ke Natuna dan Hong Kong
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Akan jadi RS darurat COVID-19, Wisma Atlet disemprot disinfektan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar