Sebanyak 14.000 pedagang pasar tradisional ikuti SGS 2020

Sebanyak 14.000 pedagang pasar tradisional ikuti SGS 2020

Punakawan sedang menyosialisasikan SGS di kalangan pedagang di Pasar Gede. ANTARA/Aris Wasita

Kami ingin agar pasar tradisional ini ikut bersaing dan bergabung
Solo (ANTARA) - Sebanyak 14.000 pedagang pasar tradisional di Kota Solo, Jawa Tengah, mengikuti pelaksanaan "Solo Great Sale" (SGS) 2020 yang diselenggarakan selama bulan Februari 2020.

"Ada 14.000 pedagang ini dari 44 pasar tradisional yang ada di Kota Solo," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi pada upacara pembukaan SGS Pasar Tradisional di Pasar Gede Solo, Rabu.

Ia mengatakan dilibatkannya pasar tradisional pada kegiatan tahunan tersebut untuk pengembangan pasar dan memperlancar distribusi barang. Selain itu, dikatakannya, Pemerintah Kota Surakarta ingin mempromosikan pasar tradisional di tengah menjamurnya pasar modern di kalangan masyarakat.

"Kami ingin agar pasar tradisional ini ikut bersaing dan bergabung. Kalau target transaksi khusus dari pasar tradisional tidak ada, tetapi kami mendukung target transaksi secara keseluruhan yaitu Rp700 miliar," katanya.

Ia mengatakan lain dengan pasar modern, untuk pasar tradisional ini lebih menarik untuk dikunjungi karena konsumen masih dilayani, disapa, dan ada seni tawar-menawar harga.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo mengatakan selama ini bulan Februari merupakan low season di mana terjadi penurunan permintaan di masyarakat.

"Oleh karena itu, saat ini Februari dikelola menjadi bulan SGS. SGS ini juga ramah dalam perekonomian terutama investasi. Momentum ini diharapkan juga benar-benar dipahami pelaku usaha dengan memberikan diskon tanpa syarat yang menyulitkan," katanya.

Menurut dia, dilibatkannya pasar tradisional pada penyelenggaraan SGS merupakan bentuk komitmen Pemkot Surakarta untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional.

"Segala kebutuhan masyarakat tersedia di dalam pasar tradisional. Kepada perwakilan instansi yang hadir hendaknya di hari tertentu belanja ke pasar tradisional karena bagaimanapun juga pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat," katanya.

Ia berharap dengan terlibatnya pasar tradisional pada penyelenggaraan SGS bisa meningkatkan eksistensi pasar masyarakat, memiliki nilai tawar tinggi sehingga tidak kalah dengan ritel modern. 

Baca juga: SGS optimalkan akses tol untuk dongkrak kunjungan
Baca juga: Transaksi SGS capai Rp400 miliar

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Zona kuning jadi momentum pemulihan ekonomi di Pontianak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar