Polisi selidiki kasus keracunan siswa SDIT-SMPIT Boyolali

Polisi selidiki kasus keracunan siswa SDIT-SMPIT Boyolali

Sejumlah siswa SDIT dan SMPIT Al Hikam Banyudono saat mendapat perawatan di Puskesmas Banyudono Boyolali, Rabu (5/2/2020) (ANTARA/HO Humas Polres Boyolali)

Boyolali (ANTARA) - Satuan Reskrim Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan dan penelitian dugaan kasus keracunan makanan terhadap puluhan siswa SDIT dan SMPIT Al Hikam Banyudono di kabupaten setempat, Jawa Tengah, Rabu.

Menurut Kepala Polres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kasubbag Humas AKP Eddy Lillah ada sebanyak 80 siswa SDIT Al Hikam Banyudono yang mengalami mual-mual perutnya dan muntah, dan mereka diduga mengalami keracunan makanan, saat waktu istirahat sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

"Selain siswa SDIT khususnya kelas 1 dan 2 yang diduga mengalami keracunan makanan, juga terjadi terhadap lima siswa SMPIT Al Hikam Banyudono, sehingga totalnya sebanyak 85 siswa," kata Eddy Lillah.

Namun, kata Eddy Lillah semua siswa yang mengalami sakit mual dan muntah langsung dibawa ke Puskesmas Banyudono untuk mendapat pertolongan. Sebanyak 25 siswa di antaranya, yang terdiri dari 21 siswa SD dan empat siswa SMP karena kondisinya semakin lemas kemudian dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali dengan bantuan mobil ambulans dari puskesmas.

Eddy Lillah mengatakan kronologi kejadian tersebut berawal dari para siswa SDIT Al Hikam memasuki waktu istirahat sekitar pukul 10.00 WIB, dan mereka mendapatkan makanan ringan dari kantin sekolah berupa tahu bakso dan dadar gulung pisang cokelat.

Para siswa memasuki waktu istirahat kedua sekitar pukul 12.00 WIB makan siang mulai mengalami gejala mual dan muntah-muntah, semakin lama bertambah banyak ada 85 siswa. Para siswa yang diduga keracunan makanan dibawa ke Puskesmas Banyudono II oleh petugas Polsek Banyudono dan pihak sekolah untuk mendapatkan pertolongan kesehatan.

Polisi bersama tim Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dipimpin oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Sherly Jeane Kilapong telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk penelitian dan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami bersama unsur medis, dan pihak sekolah dalam kejadian ini, lebih mengutamakan tindakan untuk menolong dan menyelamatkan korban sehingga bisa terselamatkan seluruh korban," katanya.

Menurut dia, polisi hingga sekarang masih melakukan penyelidikan dan penelitian untuk mengetahui penyebab keracunan para siswa. Polres sudah mengambil sampel makanan untuk dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jateng, setelah seluruh korban dipastikan tertangani dengan baik dan terselamatkan seluruhnya.

Menurut Kabid P2P Dinkes Boyolali dokter Sherly J. Kilapong pihaknya bertindak cepat memeriksa kondisi seluruh siswa SDIT dab SMPIT yang mengalami rasa mual dan muntah-muntah. Sejumlah siswa memang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Kami juga sudah mengambil sampel makanan dan muntahan dari para siswa. Sampel ini, dikirimkan ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut, sehingga bisa diketahui penyebab pasti dari dugaan keracunan itu," katanya. 

Baca juga: Belasan anak panti asuhan keracunan di Batang

Baca juga: Petugas Puskesmas Jaktim pingsan keracunan obat fogging

Baca juga: Empat korban keracunan asap genset dimakamkan di Boyolali

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polisi selidiki pelanggaran protokol kesehatan Gubernur Khofifah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar