BPS Sulsel berkolaborasi dengan Kemendagri untuk Sensus Penduduk 2020

BPS Sulsel berkolaborasi dengan Kemendagri untuk Sensus Penduduk 2020

Kepala BPS Sulsel Yos Rudiansyah disela rilis perkembangan ekonomi Susel di Kantor BPS Sulsel di Makassar, Rabu (5/2/2020). ANTARA/Suriani Mappong/am.

Kami akan merekrut 10 ribu orang untuk menjadi petugas Sensus Penduduk 2020 yang akan disebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel
Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) Yos Rusdiansyah mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan menggunakan data base dari Dukcapil untuk melakukan Sensus Penduduk 2020.

"Berdasarkan data tersebutlah kemudian akan dimutakhirkan sesuai kondisi di lapangan," kata Yos di sela rilis perkembangan perekonomian Sulsel di Kantor BPS Sulsel di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, setelah pemutakhiran data di lapangan, hasilnya nanti akan diberikan kembali ke Dukcapil untuk digunakan sebagai satu data kependudukan Indonesia.

Berkaitan dengan pendataan di lapangan untuk Sensus Penduduk 2020, lanjut dia, pihaknya menyiapkan sebanyak 10 ribu tenaga pendata yang akan disebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

"Kami akan merekrut 10 ribu orang untuk menjadi petugas Sensus Penduduk 2020 yang akan disebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel," ujarnya.

Menurut dia, untuk proses rekruitmen diminta untuk menghubungi kantor BPS setempat di masing-masing wilayah kabupaten/kota.

Sementara untuk proses pemutakhiran data penduduk tersebut dilakukan dengan dua cara yakni secara on line (daring) dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Sistem pemutakhiran data secara daring ini juga disebut pendataan mandiri, dengan memutakhirkan datanya dengan mengakses website BPS yakni sensus.bps.go.id.

Pendataan mandiri dengan sistem digital ini, penduduk dapat memutakhirkan datanya dengan mengisi diri, data keluarga, alamat, pendidikan, pekerjaan dan sebagainya.

Setelah semua data masuk, lanjut Yos, maka di website akan muncul pemberitahuan jika pemutakhiran data itu sukses atau gagal. Apabila sudah dicoba berulang kali tetapi tetap gagal, maka petugas akan mendata secara konvensional dengan mendatangi rumah-rumah penduduk.

Pendataan konvensional tersebut atau cara kedua ini, akan dimulai pada Juli 2020 dan akan berakhir dalam 1,5 bulan atau pertengahan Agustus 2020.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengimbau agar semua masyarakat turut menyukseskan Sensus Penduduk 2020 dengan membantu petugas mengisi data yang benar ataupun dengan melakukan pemutakhiran data sendiri melalui website BPS.

Baca juga: Presiden Jokowi canangkan Sensus Penduduk 2020

Baca juga: Indonesia laksanakan sensus serentak dengan 54 negara

Baca juga: BPS: Sensus Penduduk 2020 berbasis data Dukcapil

 
Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) Yos Rusdiansyah disela rilis perkembangan perekonomian Sulsel di Kantor BPS Sulsel di Makassar, Rabu (5/2/2020). ANTARA/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar