Masyarakat Aceh diajak tolak proposal damai yang merugikan Palestina

Masyarakat Aceh diajak tolak proposal damai yang merugikan Palestina

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail menyerukan ajakan menolak proposal perdamaian "deal of the century" atau "kesepakatan abad ini" melalui elemen masyarakat di provinsi tersebut di Banda Aceh, Rabu (5/2/2020). (FOTO ANTARA/M Said)

Saat ini, aksi penolakan proposal perdamaian Presiden AS itu telah terjadi di berbagai belahan dunia
Banda Aceh (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat di provinsi ini agar merapatkan barisan untuk menolak proposal perdamaian "deal of the century" (kesepakatan abad ini) dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merugikan Palestina.

"Saat ini, aksi penolakan proposal perdamaian Presiden AS itu telah terjadi di berbagai belahan dunia," kata Kepala Cabang ACT Aceh, Husaini Ismail di Banda Aceh, Kamis.

Ia menyebut, provinsi paling barat Indonesia yang dikenal sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan syariat Islam itu seyogianya harus terus ikut menyuarakan serta mendukung kemerdekaan Palestina.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah terdapat 20 lebih organisasi masyarakat (ormas), dan komunitas menyatakan bergabung dalam aksi yang akan digelar dengan titik pusat Tugu Simpang Lima Kota Banda Aceh pada Jumat (7/2) pukul 09:00 WIB hingga selesai.

Aksi tersebut juga akan dilaksanakan secara serentak oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Subulussalam, dan Aceh Jaya.

"Selamatkan Al-Quds di Palestina, buktikan iman, dan bela kota suci kita," katanya.

Al-Quds adalah nama untuk Kota Yerusalem yang dicaplok oleh zionis Israel.

Ia menyebut kondisi negara di mana Al-Quds berada terus mengalami penindasan dari zionis Israel. Apalagi, lanjut dia, hadirnya proposal perdamaian "deal of the century" yang jauh dari sikap menginginkan perdamaian.

"Saudara Muslim Palestina adalah saudara seiman bagi umat Muslim lainnya di manapun mereka berada," kata dia.

Dalam "kesepakatan abad ini" usungan AS itu, kata dia,  rencananya dilakukan pembagian wilayah Israel dan Palestina. Ibu Kota Palestina akan diletakkan di Abu Dhis, dan Yerusalem.

Sementara yang dikenal oleh umat Muslim dunia Al-Quds bakal dijadikan Ibu Kota Yerusalem. "Maka dari Aceh kita lantangkan suara, bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina selama-lamanya dan tidak dapat diperjualbelikan," katanya.

Dari segi keamanan dalam "kesepakatan abad ini" juga sangat merugikan Palestina, karena keamanan negara yang mayoritas umat Muslim tersebut dikuasai oleh Israel.

Tidak akan ada lagi penggusuran di wilayah permukiman rakyat Palestina, karena tanah dan rumah mereka sudah diambil oleh Israel serta tidak akan dikembalikan lagi.

"Apa yang disebut proposal perdamaian abad ini, sungguh di luar batas. Jauh dari nilai-nilai makna kata damai," katanya.

Ia menegaskan perjuangan rakyat Palestina menjaga Tanah Airnya dan Al-Quds sebagai bukti peradaban Islam yang perlu didukung bersama.

ACT Aceh telah menyiapkan wadah untuk menampung kepedulian masyarakat melalui Bank Aceh Syariah 010 0193 000 9205, BNI Syariah 66 00011 008, dan tautan bit.ly/LetsACTHumanity_. Konfirmasi pengiriman donasi dapat menghubungi WhatsApp 082283269008.

"Masyarakat dapat mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dengan menyalurkan kepedulian diiringi doa-doa kepada para mujahid di sana," demikian Husaini Ismail ​​​​​​.

Baca juga: Indonesia kecam Israel sebagai penghambat perdamaian Timur Tengah

Baca juga: Palestina putuskan hubungan dengan Israel dan AS

Baca juga: "Deal Of Century" ditolak dan dikecam Adara-FOLPIP


 

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aceh sumbang 1000 ton beras ke Suriah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar