Satu lagi pasien DBD di Sikka meninggal dunia

Satu lagi pasien DBD di Sikka meninggal dunia

Valens Tupen. ANTARA/Bernadus Tokan

Jadi sampai hari ini, sudah tiga orang yang meninggal dunia sejak DBD menyerang wilayah itu awal Januari 2020 lalu
Kupang (ANTARA) - Satu lagi pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Feradensia Akulia Trifena (12) dilaporkan meninggal dunia.

Warga Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo itu meninggal dunia di rumah sakit St. Elisabeth Lela pada Selasa (4/2), kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Valens Tupen, Kamis.

Baca juga: Kemarin pemerintah jelaskan kasus corona, DBD serang daerah Temanggung

Korban merupakan pasien rujukan dari Puskemas Wolofeo, dalam kondisi shok.

"Jadi sampai hari ini, sudah tiga orang yang meninggal dunia sejak DBD menyerang wilayah itu awal Januari 2020 lalu," katanya terkait perkembangan DBD di daerah itu.

Baca juga: Penyakit DBD dilaporkan 84 kasus di enam provinsi

Dua korban lainnya adalah Elisabeth Maria (1,7), meninggal pada Selasa (7/1) dan Yohanes Yuliano Putra Bang (2,7) meninggal pada Selasa (21/1) yang meninggal di RSUD dr. TC Hillers Maumere.

Baca juga: 30 kasus DBD serang warga di Barito Utara Kalteng

Valens Tupen manambahkan, saat ini DBD menyebar pada 18 kecamatan di daerah itu, dengan wilayah yang paling dominan adalah Kecamatan Magepanda dengan 93 penderita.

Disusul Kecamatan Alok Barat, Alok, Alok Timur dan Nita dan Talibura.

Sementara 12 kecamatan lainnya, penyeberan kasusnya relatif kecil antara satu sampai dua penderita.

"Hanya tiga kecamatan saja yang tidak ada serangan DBD yakni Kecamatan Palue, Waibalama dan Mapitara," katanya menambahkan.

Mengenai kasus, dia mengatakan, jumlah kasus DBD sampai dengan Rabu, (5/2) tercatat lebih dari 350 pasien.
 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sepanjang 2020 sudah 104 orang meninggal karena DBD

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar