Dinas Kependudukan Bogor diminta berkantor di Sukajaya

Dinas Kependudukan Bogor diminta berkantor di Sukajaya

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan di depan Gedung Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Saya minta Disdukcapil agar ngantor di lokasi bencana
Sukajaya, Bogor (ANTARA) - Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menginstruksikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk berkantor di wilayah terdampak bencana yakni sekitar Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Saya minta Disdukcapil agar ngantor di lokasi bencana untuk sementara ini, agar proses pembuatan e-KTP yang hilang maupun yang belum mencetak agar bisa diselesaikan, karena kalau mereka ke sini kasian dan susah juga,” ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis.

Ia mengaku sempat menerima sejumlah laporan mengenai informasi banyaknya warga Kecamatan Sukajaya yang belum memiliki KTP Elektronik atau KTP-el.

Baca juga: Pekan ini tahap land clearing tempat relokasi pengungsi di Sukajaya

"Saya dapat informasi, bahwa masih banyak beberapa desa belum mencetak KTP-nya atau belum melakukan perekaman,” kata Iwan.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa Disdukcapil Kabupaten Bogor akan melakukan sinkronisasi data kependudukan di kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak bencana awal 2020.

“Kita juga akan menyingkronkan data, karena masih belum sinkron, pencocokan dan penelitian, makanya saya instruksikan, kita menginginkan masyarakat dipermudah semuanya. Mudah-mudahan ini bisa mempermudah masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Tiga desa di Sukajaya rawan, warga akan direlokasi ke tempat lain

Sementara itu, Kasi Pindah Datang dan Pendataan Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Budi Badarutaman mengatakan bahwa bagi para korban bencana yang sudah melakukan perekaman, tinggal melakukan cek mata atau biometrik dan penelusuran database kependudukan yang bersangkutan di kantor kecamatan setempat.

Namun, bagi korban bencana yang belum pernah memiliki data sekalipun atau tak pernah melakukan perekaman cukup dengan mengisi formulir pengajuan data baru KTP-El.

"Nama formulirnya F.1-01, cukup dengan mengisi itu penerbitan data kependudukan bagi korban bencana alam yang terdapat di 26 Kecamatan bisa kami langsung terbitkan," bebernya.

Baca juga: Dikunjungi Presiden Jokowi, warga Sukajaya Bogor: Seperti mimpi

Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terdampak bencana awal 2020 dengan kerusakan paling parah dibandingkan tiga kecamatan lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Nanggung, Cigudeg dan Kecamatan Jasinga.

Peristiwa longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1) itu mengakibatkan kerusakan pada ribuan rumah masyarakat, jika dirinci, sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang dan 1.334 unit rusak ringan.

Beberapa bangunan lain yang terdampak bencana antara lain masjid sebanyak 10 unit rusak berat, 15 unit rusak ringan, bangunan sekolah sebanyak 5 unit rusak berat, 8 unit rusak sedang, 3 unit rusak ringan, serta bangunan jembatan sebanyak 80 unit rusak berat dan 2 unit rusak ringan.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNPB sebut longsor di Kabupaten Bogor seperti lelehan es krim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar