Jokowi : Perkuat ukhuwah bangsa di tengah banyaknya masalah global

Jokowi : Perkuat ukhuwah bangsa di tengah banyaknya masalah global

Presiden Joko Widodo memberikan pidato politiknya pada acara Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Dalam pelantikan tersebut Yusril kembali dilantik menjadi Ketua Umum PBB periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/pri.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyampaikan seluruh masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan atau ukhuwah di tengah banyaknya masalah global seperti meluasnya wabah virus Corona, realisasi Brexit, dan juga perang dagang.

"Dalam dunia yang semakin terglobalisasi, ukhuwah semakin utama. Masalah di sebuah negara bisa merambet ke negara lain," kata Jokowi dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang, di Jakarta, Kamis malam.

"Sangat sangat penting merajut ukhuwah baik itu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariyah, penting dalam kita membangun sebuah persatuan di negara besar," jelas Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Marilah kita menjaga 'ukhuwah Islamiyah'

Ia menyampaikan ada beberapa masalah global saat ini seperti dampak Brexit, perang dagang dan wabah virus Corona baru, yang menggerus potensi pertumbuhan negara-negara seluruh dunia karena interkonektivitas global yang semakin kuat.

Sebenarnya, Indonesia masih jauh dari ketiga masalah itu, namun sifat globalisasi yang berkaitan satu sama lain membuat satu masalah global bisa berimbas negatif kepada seluruh negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Ponpes Miftahul Huda, Jokowi berpesan jaga "ukhuwah Islamiyah"

"Ada masalah Brexit, perang dagang yang jauh sekali, tapi juga kita tetap kena imbasnya. Oleh karena itu persaudaraan itu sangat penting," ujarnya.

Terkait mitigasi dampak wabah virus Corona, Jokowi menyampaikan pemerintah telah bertindak tegas dengan menghentikan seluruh penerbangan langsung dari dan ke daratan China.

Pemerintah juga menghentikan sementara kebijakan bebas visa untuk warga negara China. Kebijakan itu berlaku bagi warga negara China yang bertempat tinggal di China.

Baca juga: IPHI : Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Jokowi menyampaikan keputusan itu sebenarnya tidak mudah karena China adalah mitra dagang dan negara sumber wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Namun, kepentingan dan keselamatan masyarakat adalah nomor satu.

"Kepentingan nasional adalah nomor satu. Memang konsekuensinya besar, dagang dari China itu besar, turis juga banyak," ujar dia.

Baca juga: Lembaga Eijkman pastikan kemampuan deteksi virus corona di Indonesia

Dalam pelantikan pengurus DPP PBB periode 2019-2024 Kamis malam ini, Jokowi meminta pengurus partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu agar memperkuat soliditas internal agar visi dan misi partai dapat tercapai.

"Saya yakini PBB akan selalu solid dan semakin kuat ke depannya. Bapak dan Ibu, soliditas partai itu sangat penting. Kalau tidak solid, energi akan habis untuk selesaikan masalah internal," ujarnya.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jubir Presiden Jokowi jadi Komisaris Waskita Karya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar