13 permukiman penduduk bantaran Kali Bekasi diimbau waspada banjir

13 permukiman penduduk bantaran Kali Bekasi diimbau waspada banjir

Sejumlah anak bermain saat banjir menggenangi Perumahan Jatibening Baru di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj/pri.

Kenaikan TMA (tinggi muka air) Kali Bekasi disebabkan air kiriman dari Bogor karena hujan lebat sejak semalam
Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengimbau kepada warga yang menghuni 13 perumahan di sepanjang bantaran Kali Bekasi untuk mewaspadai banjir susulan, Sabtu pagi.

"Kenaikan TMA (tinggi muka air) Kali Bekasi disebabkan air kiriman dari Bogor karena hujan lebat sejak semalam," ujar Kepala BPBD Kota Bekasi Muhammad Jufri, di Bekasi, Sabtu.

Data yang dihimpun melalui laporan Pembina Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) TMA Kali Bekasi sudah mencapai 460 sentimeter (cm) dari situasi normal 300 cm pada pukul 10.15 WIB.

Baca juga: Banjir sergap 11 kawasan di Jakarta Timur

Kondisi itu masuk dalam status siaga 1 banjir karena kondisi permukaan air sungai yang sudah setara dengan badan jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi mengeluarkan peringatan dini terhadap 13 perumahan warga di sepanjang bantaran Kali Bekasi untuk bersiaga menghadapi banjir susulan.

"Waspada untuk aliran Sungai Cileungsi empat sampai delapan jam ke depan air akan sampai di Kali Bekasi," katanya.

Sejumlah perumahan penduduk yang diimbau waspada di antaranya Pangkalan 1A, Pondok Gede Permai, Perum Kemang IFI, Perum PPA, Perum Pondok Mitra Lestari, Perum Depnaker, Perum Kemang Pratama.

Baca juga: Pintu air Karet dan Jembatan Merah siaga 1

Perum Delta, Bendung Prisdo, Perumahan Kartini, Kampung Patal, Kampung Lengkak dan Teluk Pucung.

Sementara itu pantauan di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi air sungai mulai menggenangi badan jalan setinggi 30-40 cm.

"Air mulai masuk ke PGP sekitar jam 08.00 WIB, saat ini situasi air sungai masih cukup tinggi," kata warga setempat, Sugiyono.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Apa saja yang disiapkan MRTJ dalam keadaan darurat?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar