BI: Ekonomi Maluku 2019 tumbuh 5,57 persen, lebih tinggi dari nasional

BI: Ekonomi Maluku 2019 tumbuh 5,57 persen, lebih tinggi dari nasional

Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Noviarsano Manullang. ANTARA/John Soplanit

Komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung aktivitas ekspor langsung dari Maluku ke luar negeri diperkirakan mampu mendorong kinerja ekonomi Maluku baik dari sisi lapangan usaha maupun sisi pengeluaran pada triwulan I 2020
Ambon (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2019 sebesar 5,57 persen (yoy), melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,94 persen, namun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02 persen.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah itu pada triwulan IV 2019 tercatat 4,73 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III 2019 yang sebesar 5,26 persen (yoy).

"Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat sebesar 5,57 persen (yoy), atau melambat dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 5,94 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang di Ambon, Sabtu.

Namun, katanya, pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2019 masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02 persen (yoy).

Ia menjelaskan, pada triwulan IV 2019, dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan rumah tangga mencatatkan pertumbuhan positif. Konsumsi LNPRT dan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 9,14 persen (yoy) dan 3,04 persen (yoy) didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Maluku, serta terjaganya inflasi bahan pokok.

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) atau investasi tumbuh menguat 7,20 persen (yoy), terutama investasi bangunan sejalan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Kinerja investasi Maluku juga ditopang oleh banyaknya aktivitas baru gerai minimarket modern di Kota Ambon.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja ekonomi ditopang oleh LU jasa pendidikan. LU jasa pendidikan tumbuh 8,44 persen (yoy).

Hal ini didorong oleh adanya kenaikan biaya jasa pendidikan di Maluku, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, kenaikan biaya pendidikan disebabkan oleh naiknya biaya operasional dan adanya penambahan investasi pada institusi pendidikan tersebut.

Permintaan domestik yang membaik juga tercermin dari kinerja LU perdagangan besar dan eceran, yang mampu tumbuh 6,12 persen (yoy) sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, beberapa aktivitas festival musik dalam rangka mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia mampu mendorong aktivitas perdagangan.

Di sisi lain, investasi non bangunan yang terus berlanjut sejalan dengan penambahan aktivitas gerai minimarket modern di Kota Ambon turut mendorong kinerja ekonomi Maluku.

Novarsano mengatakan, KPw BI Maluku tetap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mengendalikan inflasi terutama untuk menjaga ketersediaan pasokan melalui penguatan klaster padi dan hortikultura di Kota Ambon dan Langgur. TPID Maluku dan Satgas Pangan melalui inspeksi gabungan juga telah dilakukan agar harga bahan pokok di pasar tetap terkendali meskipun terjadi lonjakan permintaan saat Natal dan Tahun Baru, sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi.

"Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) bersama KPw BI Maluku akan berkoordinasi mendirikan Toko TPID untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok," katanya.

Ke depan, katanya,  KPw BI Maluku memandang bahwa sektor pariwisata Maluku, khususnya di Pulau Ambon, merupakan salah satu sumber investasi yang menarik dan potensial untuk menopang pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih tinggi. Oleh karena itu, KPw BI Maluku telah bersinergi dengan Pemkot Ambon mengembangkan objek wisata di Pantai Hukurila.

Kpw BI Maluku memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2020 tetap kuat. Ekonomi Maluku pada triwulan I 2020 diperkirakan akan tumbuh menguat didorong permintaan domestik, utamanya oleh membaiknya konsumsi pemerintah. Selain itu, investasi bangunan di Maluku akan terus tumbuh seiring dengan realisasi Proyek Strategis Nasional dan proyek multi-years lainnya.

“Komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung aktivitas ekspor langsung dari Maluku ke luar negeri diperkirakan mampu mendorong kinerja ekonomi Maluku baik dari sisi lapangan usaha maupun sisi pengeluaran pada triwulan I 2020,” ujarnya.

Baca juga: Festival budaya majukan ekonomi daerah ini

Baca juga: Industri Rumput Laut Penggerak Ekonomi Maluku

Baca juga: Maluku rampungkan Amdal KEK Banda

Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Stafsus Arif Budimanta paparkan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar