BPBD Dharmasraya imbau warga aliran Batanghari waspada

BPBD Dharmasraya imbau warga aliran Batanghari waspada

Walinagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, David Iskan (kanan) meninjau debit air aliran Sungai Batanghari, di Jorong Tabek, Sabtu (8/2/2020). (Istimewa)

Pulau Punjung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengimbau warga yang berada di aliran Sungai Batanghari untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir yang akan terjadi.

"Imbauan ini menyusul informasi dari BPBD Solok Selatan yang menyatakan debit air terus meningkat dari hulu sungai," kata Kepala BPBD Dharmasraya, Eldison di Pulau Punjung, Sabtu.

Dia menyebutkan dampak luapan Sungai Batanghari biasanya menyebabkan banjir di beberapa nagari, seperti IV Koto Pulau Punjung, Lubuk Bulang Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, dan Jorong Siluluk Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung.

BPBD mengimbau warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi. BPBD Dharmasraya terus bersiaga sehingga apabila warga membutuhkan bantuan petugas telah siap.

Baca juga: Ribuan warga Dharmasraya terisolasi akibat banjir

Baca juga: Debit Sungai Batanghari meningkat, warga waspada banjir

Baca juga: Dinkes Batanghari imbau masyarakat waspadai penyakit pascabanjir


Sementara, Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Dadiv Iskan menyebutkan banjir mulai menggenangi jalan utama di Jorong Tabek akibat luapan Sungai Batanghari.

Dia memprediksi jika hujan di daerah hulu sungai terus terjadi berkemungkinan debit air akan terus meningkat dan berpotensi merendam rumah warga yang menjadi langganan banjir.

"Banjir hingga kini masih merendam jalan antar jorong, jika terus naik bisa jadi air masuk ke rumah warga," katanya.

Sebelumnya banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan IX Koto, Dharmasraya, hingga menutup jalan penghubung antardesa dan merendam rumah warga.

"Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan IX Koto sejak Jumat (7/2) malam menjadi penyebabnya," kata Camat IX Koto, Saiful Anwar di Pulau Punjung, Sabtu.

Berdasarkan data sementara BPBD Dharmasraya terdapat tujuh titik longsor dan satu titik banjir yang menutup akses jalan di Kecamatan IX Koto. Longsor juga menghantam beberapa rumah warga.*

Baca juga: Seribu lebih rumah warga kebanjiran di Batanghari

Baca juga: Tujuh kecamatan di Batanghari dilanda banjir

Baca juga: Sungai Batanghari meluap, ribuan rumah di tujuh desa terendam


Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penerapan PSBB, pemeriksaan di jalur perbatasan Dharmasraya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar