Dua ekor singa Afrika jadi koleksi baru TWSL Kota Probolinggo

Dua ekor singa Afrika jadi koleksi baru TWSL Kota Probolinggo

Salah satu singa Afrika yang jadi koleksi Taman Wisata Studi Lingkungan Kota Probolinggo (ANTARA/ HO-Humas Pemkot Probolinggo)

Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Dua ekor singa Afrika bernama Sera dan Jane menjadi penghuni baru Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo, dan diharapkan kehadiran dua ekor satwa dari Taman Safari Prigen tersebut dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lebih banyak lagi.

"Kami siapkan dengan matang lebih dari setahun untuk kehadiran dua singa Afrika itu di TWSL dan ada perluasan kandang yang sudah dipantau dan dicek oleh BKSDA," kata Kepala UPT Informasi Pendidikan dan Lingkungan Hidup Pemkot Probolinggo Akbarul Huzaini di Kota Probolinggo, Sabtu.

Menurutnya dua kandang berukuran besar, pakan dan kebersihan kandang pun sudah dipersiapkan khusus untuk si jantan Sera dan betina Jane sesuai petunjuk BKSDA dan Taman Safari Prigen.

"Kebutuhan makanan sekitar 5-7 kilogram untuk setiap satu ekor singa dan anggarannya sudah kami siapkan di APBD 2020. Sera usianya hampir lima tahun, sedangkan Jane masih sekitar dua tahunan," tuturnya.

Baca juga: Polda Riau tangkap dua tersangka jaringan penyelundup bayi singa

Baca juga: Empat bayi singa korban perdagangan satwa mulai pulih dari stres

Baca juga: Riau jadi pintu penyelundupan satwa sindikat internasional


Menurut Kurator TSI Prigen Ivan Candra, setahun ke depan singa Afrika ini bisa beranak dan dirawat TWSL, sehingga kami akan pantau karena antara TWSL dan TSI ada kerja sama.

"Kedua satwa singa itu sudah kami pilihkan bukan sebagai saudara, sehingga mereka siap kawin sekitar empat sampai lima tahun. Singa Afrika dikatakan tua jika sudah berusia di atas 17-20 tahun," katanya.

Ia menjelaskan stres dalam perjalanan ke tempat baru sudah menjadi hal biasa untuk semua satwa, namun pihaknya sudah mempersiapkan sebaik-baiknya sejak awal.

"Kami akan membantu memantau agar Sera dan Jane cepat beradaptasi dan tenang selama 14-40 hari. Semoga tidak ada kendala di TWSL dan juga sudah ada penjaganya," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin berharap dengan adanya dua ekor singa yang melengkapi TWSL bisa menjadi wahana edukasi bagi masyarakat.

"Rencananya TWSL akan terus dikembangkan dan tahun ini sudah dianggarkan pembelian tanah seluas 2,5 hektare, sehingga ke depan akan dilengkapi semua, perluasan dan pengembangannya karena TWSL satu-satunya destinasi wisata dan edukasi di Kota Probolinggo," tuturnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo menargetkan adanya kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2020 sebesar Rp550 juta dan target itu naik Rp50 juta dari tahun 2019 lalu.

"Keberadaan Sera dan Jane diharapkan menjadi daya tarik karena selama ini banyak pengunjung yang menanyakan satwa singa atau carnivora itu," katanya.*

Baca juga: Polda Riau selamatkan empat bayi singa Afrika

 

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar