ACT galang dukungan selamatkan Al Quds Palestina

ACT galang dukungan selamatkan Al Quds Palestina

Relawan ACT dan MRI Sulsel menggalang dukungan untuk rakyat Palestina di Car Free Day (CFD) Sudirman Makassar, Minggu (9/2/2020). (ANTARA/HO/ACT Sulsel)

bersama warga Makassar lainnya menggelar aksi dukungan untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang di Palestina
Makassar (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Sulawesi Selatan menggalang dukungan untuk menyelamatkan Al Quds Palestina sejak diumumkannya Proposal Perdamaian (Proposal The Deal of The Century) oleh pemimpin negara adidaya beberapa waktu lalu.

"Melalui momen 'car free day' (CFD) ini, kami semua bersama warga Makassar lainnya menggelar aksi dukungan untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang di Palestina," ujar Marketing Komunikasi ACT Sulsel Mustafa Mathar di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan aksi selamatkan Al Quds Palestina diprakarsai oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Provinisi Sulawesi Selatan.

Mustafa menyatakan sejak diumumkannya proposal perdamaian itu, ketegangan antara pasukan zionis Israel dengan warga Palestina terus meningkat.

Baca juga: FTI UMI berikan bantuan penyaring air siap minum kepada ACT Sulsel

Seiring dengan meningkatnya aksi penolakan oleh warga Palestina, pasukan zionis Israel juga terus mencoba berbagai cara untuk mengintimidasi mereka yang berjuang membela tanah kelahirannya.

"Sampai hari Kamis (6/2) kemarin, ada dua orang warga sipil asal Hebron dan Jenin, serta satu orang polisi Palestina di Kota Jenin yang menjadi korban tewas dari kekerasan pasukan Zionis. Mereka bertiga menjadi korban penembakan saat mengikuti aksi penolakan proposal perdamaian dan saat menjalankan tugasnya di kantor kepolisian," ungkapnya.

Dia mengatakan berdasarkan jejaring yang didapatkan dari ACT Pusat, jumlah korban luka terus bertambah, termasuk dari kalangan jurnalis yang semestinya tidak menjadi sasaran peluru tentara zionis.

Tidak hanya itu, penangkapan warga sipil Palestina pun terus terjadi. Beriringan dengan penggusuran bangunan milik warga Palestina.

"Zionis Israel terus melancarkan aksinya, sehingga menambah daftar warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan mesti pergi ke pengungsian," katanya.

Baca juga: Bantuan Al Quran disalurkan ACT kepada santri di Barru-Sulsel

Mustafa menyebutkan selain dukungan moril dari rakyat Indonesia, dukungan lainnya juga dibutuhkan seperti donasi untuk kelangsungan hidup warga Palestina yang berada di pengungsian.

Pihaknya juga terus mengkampanyekan dukungan tersebut melalui bantuan donasi. Bagi masyarakat Sulsel pada khususnya yang ingin menyumbangkan sebagian dari penghasilannya bisa langsung ke laman https://bit.ly/donasikemanusiaan.

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar