Laporan dari Australia

Presiden Joko Widodo santap malam dengan PM Scott Morrison

Presiden Joko Widodo santap malam dengan PM Scott Morrison

Presiden Joko Widodo menghadiri undangan santap malam dari Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison di The Lodge, Canberra, Australia, pada Minggu (9/2). Keduanya ditemani oleh Menteri Luar Negeri masing-masing negara yaitu Retno Marsudi dan Marise Payne. (ANTARA/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Canberra (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menghadiri undangan santap malam dari Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison di The Lodge, Canberra, Australia, pada Minggu.

Presiden Jokowi tiba di The Lodge, kediaman resmi PM Morrison sekitar pukul 18.55 waktu setempat. PM Morrison pun langsung menyambut Presiden Jokowi dengan hangat.

Keduanya sempat berbincang sejenak dengan ditemani oleh Menteri Luar Negeri masing-masing negara yaitu Retno Marsudi dan Marise Payne. Jamuan santap malam dimulai tepat pukul 19.00.

Baca juga: Indonesia dapat apresiasi karena bantu penanganan karhutla Australia
Baca juga: Presiden pelajari tata kota Canberra untuk ibu kota baru Indonesia


Dalam buku tamu, Presiden Jokowi menulis, "Persahabatan dekat kita mencerminkan kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Australia. Terima kasih banyak atas keramahan dan sambutan hangatnya."

Pada siang harinya, Presiden Jokowi juga dijamu santap siang oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan istri, Linda Hurley di Government House, Canberra.

Dalam santap siang tersebut Gubernur Jenderal Australia David Hurley menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan yang melanda Australia.

Sebelum melakukan santap siang, Presiden Joko Widodo disambut upacara kenegaraan dan dentuman meriam yang ditembakkan sebanyak 21 kali.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Australia kali ini menandai hubungan diplomatik ke-70 tahun Indonesia dan Australia.

Presiden Jokowi pun menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, termasuk Australia. Presiden berharap kedua negara dapat terus bekerja sama dengan saling menguntungkan di berbagai bidang.

"Hubungan ekonomi akan terus kita perkuat melalui implementasi IA-CEPA. Hubungan antarmasyarakat akan terus kita perkuat melalui kerjasama pendidikan," kata Presiden

Baca juga: Presiden Jokowi: IA-CEPA tingkatkan keterbukaan perdagangan-investasi
Baca juga: Jokowi yakin perpindahan ibu kota baru terlaksana pada 2024

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ajak jadikan Idulfitri momentum pererat persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar