Pemkab Flores Timur minta bantuan Pusat atasi serangan ulat grayak

Pemkab Flores Timur minta bantuan Pusat atasi serangan ulat grayak

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur Anton Wukak Sogen saat memeriksa tanaman jagung milik petani yang terserang hama ulat grayak, ANTARA/HO-Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur

hama ini sudah menyebar di semua kecamatan dengan sangat cepat
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meminta bantuan Pemerintah Pusat untuk mengatasi serangan hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung milik petani secara masif di daerah itu.

"Permintaan bantuan dari Pusat ini untuk tambahan obat insektisida dan fasilitas hand sprayer untuk pemberantasan hama ulat grayak karena kami masih sangat kekurangan," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen, ketika dihubungi dari Kupang, Senin.

Dia mengatakan, kondisi serangan hama ulat grayak di daerah terjadi sangat cepat dan saat ini sudah menyebar pada hampir setiap desa di 19 kecamatan. Oleh karena itu pemerintah kabupaten setempat telah memutuskan untuk menetapkan status serangan hama itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Serangan hama ulat grayak di Flores Timur masuk kategori berat
Baca juga: BPTP NTT minta petani jagung waspadai ulat grayak


Dinas Pertanian, lanjut dia, juga telah menyediakan obat insektisida untuk upaya penanganan namun dalam jumlah yang sangat terbatas dengan dukungan anggaran sekitar Rp130 juta.

Untuk itu, pihaknya juga meminta bantuan dari pemerintah provinsi berupa obat insektisida serta hand sprayer yang telah disalurkan untuk penanganan serangan hama tersebut.

"Tapi memang masih sangat kurang sehingga kami minta ditambah lagi karena hama ini sudah menyebar di semua kecamatan dengan sangat cepat," katanya.

Anton Wukak mengatakan, hingga saat ini hama ulat grayak telah menyerang tanaman jagung di daerah itu mencapai hingga 4.858 hektare.

Baca juga: Pemerintah diingatkan serius respons serangan hama ulat grayak di NTT
Baca juga: Pemprov NTT data kerusakan tanaman petani akibat serangan hama


Dia menjelaskan, proses perkembangbiakan ulat grayak berlangsung sangat cepat dari tahapan imago menjadi telur dan menetas menjadi kepompong hingga kupu-kupu.

Kupu-kupu ini bisa terbang dengan jarak tempuh bisa mencapai 100 kilometer dalam semalam sehingga hama ini bisa dengan cepat menyerang wilayah kabupaten lain di sekitarnya seperti Sikka, Lembata, Alor, katanya.

"Cara penyebaran ulat grayak ini luar biasa cepat, karena itu kami butuh dukungan pemerintah hingga tingkat Pusat dan berbagai pihak untuk membantu penanganan secara masif agar hama ini bisa dikendalikan," katanya.

Baca juga: Kementan waspadai sebaran hama ulat grayak pada jagung
Baca juga: Kementan antisipasi serangan hama ulat grayak di Indonesia

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar