Pemprov: Ultra-maraton West Coast 250K tumbuhkan citra positif Aceh

Pemprov: Ultra-maraton West Coast 250K tumbuhkan citra positif Aceh

(Dari kiri ke kanan) Kabid Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Aceh T. Bustaman, Sekretaris Disbudpar Aceh Zulkifli, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Almuniza Kamal, Ketua Panitia Teuku Adhitia Nugraha, Race Director Lexi Rohi, dua pelari ultra maraton Carla Felany dan Alan Maulana, serta Direktur Utama PT MIFA Bersaudara Ricky Elson saat konferensi pers Ultra Maraton bertajuk "West Coast Aceh 250K" di Jakarta, Senin (10/2/2020). ANTARA/Roy Rosa Bachtiar/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, menuturkan bahwa pelaksanaan ajang lari ultra-maraton "West Coast Aceh 250K" bisa membantu pemerintah provinsi untuk menumbuhkan citra positif kepada masyarakat luas.

Hal ini ia sampaikan mengingat sampai sekarang provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu kerap dipandang negatif karena memiliki peraturan daerah yang ketat dan membatasi ruang gerak warga luar Aceh.

"Kendala Aceh itu banyak dikabarkan hal-hal yang tidak kondusif, makanya dengan event ini kami ingin memberi pengetahuan bagi masyarakat Indonesia dan internasional bahwa Aceh tidak seperti itu, Aceh daerah yang ramah dan bisa membuat wisatawan merasa nyaman," kata Zulkifli menjelaskan.

Panitia penyelenggara "West Coast Aceh 250K" juga menaruh harapan serupa. Selain ingin mengenalkan keindahan alam pesisir Barat Aceh kepada para peserta, juga ingin disisipkan pesan bahwa Aceh menjadi wilayah yang aman dan ramah kepada pendatang dari luar daerah dan bahkan mancanegara.

"Dengan ini harapannya tidak ada lagi kesan Aceh seram, tapi daerah yang aman dan nyaman," tutur Race Director "West Coast Aceh 250K" Lexi Rohi dalam kesempatan yang sama.

Meski optimistis mendapat sambutan positif di Aceh, namun panitia juga tetap mengingatkan para peserta untuk mematuhi peraturan daerah yang berlaku, khususnya bagi peserta wanita diimbau agar mengenakan pakaian olahraga yang santun.

Pemberitahuan tersebut sudah disuarakan sejak pembukaan pendaftaran yang dimulai hari ini, kata Lexi.

"Kalau pakaian sudah kami umumkan dari awal, terutama ke perempuan, bahwa Aceh punya aturan tersendiri yang harus dipatuhi terutama soal menjaga aurat. Jadi sudah kami infokan, dan untungnya sekarang sudah banyak merek pakaian olahraga yang modelnya lebih tertutup dan bisa menyesuaikan dengan kondisi di Aceh. Ada celana lari yg panjang dan atasan yang tertutup, dan yang penting sopan," ujar Lexi menerangkan.

Selain itu, pemprov Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta juga menaruh harapan agar segala elemen seperti pemerintah pusat, swasta, maupun NGO mau menggelar acara berkelas nasional dan internasional di Aceh.

"Aceh terbuka untuk event olahraga, seni budaya, dan kegiatan-kegiatan bersifat promosi. Contohnya West Coast Aceh ini tidak hanya menyentuh aspek olahraga, tapi juga pariwisata dan budaya dalam elemen masyarakat," kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Almuniza Kamal.

Ajang ultra-maraton berjarak 250 kilometer ini akan digelar pada 4-6 April dan mengambil rute pesisir Barat Aceh yang dimulai dari Meulaboh dan berakhir di Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan ultra-maraton pertama yang diselenggarakan di Aceh dan juga menjadi event ultra-maraton pertama di Indonesia yang memakai mekanisme multi-stage berupa pembagian sebanyak tiga etape harian.

Bagi calon peserta ultra-maraton yang berminat, bisa mendaftar melalui laman www.westcoast250km.com yang mulai dibuka pada 10 Februari.

Baca juga: Ultra Space Battle Brawl, gim lokal yang dipertandingkan di PPE 2020

Baca juga: Lari ultra-maraton 250 kilometer digelar perdana di Aceh


 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar