Camat ungkap penyebab longsor di Jalan Deplu Raya Jaksel

Camat ungkap penyebab longsor di Jalan Deplu Raya Jaksel

Sebuah sepeda motor terperosok dalam longsoran di Jalan Deplu Raya Pondok Pinang arah Bintaro, Jakarta Selatan, Senin malam (10/2/2020) (ANTARA/HO-Twitter TMC Polda Metro)

Pemilik lahan yang longsor yang tak lain merupakan cucu dari Pahlawan Revolusi DI Panjaitan
Jakarta (ANTARA) - Longsor yang terjadi di Jalan Deplu Raya Pondok Pinang arah Bintaro, Jakarta Selatan berasal dari turap rumah warga yang amblas ke jalan hingga menimpa dua unit kendaraan dan melukai dua pengendara sepeda motor.

"Jadi yang diturap lahannya warga yang dilakukan oleh pihak jalan tol, sementara turapnya itu dindingnya tegak lurus," kata Camat Pesanggrahan, Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut Fajar, secara teknis turap setinggi kurang lebih dua meter berada di pinggir jalan raya tersebut berdiri dengan posisi tegak lurus, seharusnya turap dibikin miring.

Baca juga: Longsor di Jalan Deplu Raya Jaksel, dua pengendara terluka

Baca juga: Presiden perintahkan Gubernur DKI Jakarta selesaikan sodetan Ciliwung

Baca juga: Bocah tenggelam di Kali Pesanggrahan tiga hari belum ditemukan


Posisi miring tersebut untuk menahan beban tanah terutama saat musim hujan yang dapat menambah beban turap.

"Mungkin ini karena musim penghujan, tentunya kan air itu jadi beban untuk turap itu," kata Fajar.

Selain itu, lanjut Fajar, suling-suling pada turap atau pipa-pipa suling untuk pembuangan air diameter berukuran kecil, diduga jadi menyebabkan turap longsor ke bawah.

Akibat longsoran turap tersebut menimpa satu unit minibus dengan nomor polisi B 2515 UKC dan sebuah sepeda motor dengan nomor polisi B 4438 BCL.

"Ada korban luka ringan di dahi sudah diobati P3K nya dari rekan kita Damkar, dibawa ke kelurahan, sudah diurut, terus pulang itu korban," kata Fajar.

Untuk sepeda motor milik korban, masih ditinggal di kantor kelurahan. Sedangkan minibus sudah pulang hari itu juga.

Fajar mengatakan pihaknya telah menemui pemilik lahan yang longsor yang tak lain merupakan cucu dari Pahlawan Revolusi DI Panjaitan.

"Jadi terus saya sama pak Kasudin Bina Marga tentunya proaktif. Karena kalau ini hujan lagi pastinya tanah itu akan masuk ke jalanan lagi kena tanah merah akan semakin licin," kata Fajar.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, Sudin Bina Marga mulai mengerjakan perbaikan turap dengan meminta izin terlebih dahulu pemilik tanah yakni Mayang, cucu dari DI Panjaitan.

Adapun titik longsoran berada di terowongan menuju Deplu arah Bintaro ke arah menuju Pondok Pinang.

"Posisinya kalo dari arah Bintaro, posisinya sebelah kanan," kata Fajar.

Menurut Fajar, situasi saat ini kondisi longsor sudah ditangani, membersihkan sisa puing dan persiapan pembuatan turap yang baru.

Secara teknis turap yang dibangun sesuai fungsinya yakni miring, dan pihak kecamatan telah meminta kerelaan pemilik rumah agar lahannya sepanjang satu meter digunakan untuk membangun turap.

"Pembangunan baru mau mulai. Tadi logistik kita datangkan. Sementara kita pembenahan lahannya dulu. Tapi sudah disepakati, nanti pararel tinggal nanti persetujuan pemilik secara tertulisnya. Akan tetapi secara lisan sudah kita kemukakan," kata Fajar.

Fajar menambahkan, kondisi jalan tidak terganggu, kendaraan bisa melintas walau ada hambatan pekerjaan turap.

Peristiwa longsor terjadi Senin (10/2) pukul 21.15 WIB, menyebabkan satu minibus dan sepeda motor terkena imbas longsoran.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jalan tertimbun material longsor, jalur Palu-Kulawi terputus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar