Jawab tantangan pasar, Kemenperin gelar diklat aneka olahan pangan

Jawab tantangan pasar, Kemenperin gelar diklat aneka olahan pangan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama dengan peserta Diklat 3 in 1 di BDI Makassar. ANTARA/HO Biro Humas Kemenperin/am.

salah satu program rutin Kemenperin, terutama dalam hal untuk meningkatkan kualitas SDM industri di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka secara langsung Diklat 3 in 1 aneka olahan berbasis ikan, aneka olahan berbasis rumput laut dan desain kemasan produk pangan di Makassar, guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Ini merupakan salah satu program rutin Kemenperin, terutama dalam hal untuk meningkatkan kualitas SDM industri di Indonesia, yang sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini,” kata Menperin lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Diklat yang digelar pada 10-16 Februari 2020 itu diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Menperin beri motivasi peserta diklat IKM di Makassar

Dalam kunjungannya, Menperin menyempatkan diri melihat langsung workshop pengolahan kakao dan mencicipi cokelat Candy, salah satu produk andalan BDI Makassar.

Selanjutnya, Agus mengunjungi workshop aneka olahan, penyajian kopi dan barista, serta workshop pengolahan rumput laut.

Saat berinteraksi dengan para peserta diklat, Menperin bertanya kepada para peserta mengenai informasi pelaksanaan diklat dan biaya pelatihan.

Baca juga: Kemenperin tempa 500 peserta diklat industri alas kaki

Para peserta pun mengapresiasi Balai Diklat Industri (BDI) Makassar yang menyebarluaskan informasi pendaftaran secara terbuka serta tidak memungut biaya diklat dari para peserta.

Sementara itu, Kepala BDI Makassar C Elisa M. Katili mengatakan 150 peserta Diklat 3 In 1 ini berasal dari seluruh Indonesia, selain dari Pulau Sulawesi, ada juga yang berasa dari Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

“Para peserta ini tidak semuanya sudah bekerja atau memiliki usaha. Karena ada yang mau mengembangkan lagi usaha orang tua atau bangun usaha,” ungkapnya.

Baca juga: 268 penyandang disabilitas ikuti diklat industri Kemenperin-Kemensos
Baca juga: Dorong industri TPT, Kemenperin gelar diklat sistem 3 in 1


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar